
SORONG,BeritaAktual.co– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (25/04/2026). ini merupakan wujud nyata arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perubahan mendasar di Tanah Papua.
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar memastikan program bedah rumah berjalan tepat sasaran. Tahun 2026 menjadi sejarah baru, di mana Kota Sorong mendapatkan alokasi 607 unit, melonjak drastis dibanding tahun lalu yang hanya kurang dari 100 unit. Daerah lain seperti Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw juga masing-masing mendapat jatah 500 unit.
“Seluruh kabupaten/kota di Papua, total sekitar 42 daerah, masing-masing minimal dapat 500 unit. Artinya, ada sekitar 21 ribu hingga 22 ribu rumah yang diperbaiki,” ujarnya Ara
Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga kesejahteraan. Pemerintah meluncurkan KUR khusus perumahan dengan syarat sangat mudah: pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa jaminan dan bunga hanya 0,5 persen.
“Kalau ekonomi keluarga tidak baik, rumah yang sudah direnovasi bisa kembali kumuh. Karena itu, kita bangun rumahnya sekaligus ekonomi keluarganya,” tegasnya. Program ini didukung skema PNM Mekaar dan BRI untuk mendorong UMKM, khususnya ibu-ibu rumah tangga.
Fokus Wilayah Perbatasan dan Transparansi
Pemerintah juga menargetkan perbaikan 15 ribu rumah di wilayah perbatasan negara, termasuk yang berbatasan dengan Papua Nugini, agar masyarakat merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.
Untuk menangani sekitar 18 ribu rumah tidak layak huni di Kota Sorong, Ara mengajak kolaborasi pemerintah daerah dan sektor swasta melalui CSR. Ia juga meminta masyarakat, aparat, dan media turut mengawasi agar program berjalan transparan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.(*/Mar)





