Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Wajo Soroti Minimnya Inovasi dan Akses Layanan Pajak di Maluku

Q Senin, 27 April 2026 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
image_search_1770364130215

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo. Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo menilai, permasalahan dalam pengelolaan pendapatan daerah tidak hanya terletak pada capaian realisasi yang belum optimal, melainkan lebih pada lemahnya pendekatan kerja, dan kurangnya inovasi yang diterapkan pemerintah daerah, dalam menjangkau dan mengelola berbagai sumber potensi pendapatan.

Menurutnya, karakteristik geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan yang luas, belum diimbangi dengan strategi pelayanan yang adaptif dan sesuai kondisi lapangan.

Hal ini terlihat jelas, salah satunya pada sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang masih dirasa sulit diakses oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil.

“Persoalan kita bukan sekadar target yang tidak tercapai, tetapi bagaimana sistem dan layanan yang ada saat ini belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah kepulauan dan terluar,” ujarnya kepada wartawan di Ambon, Senin (27/4/2026).

Wajo kemudian menyoroti banyak wajib pajak yang kesulitan memenuhi kewajibannya, karena harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar hanya, untuk datang ke ibu kota kabupaten atau kota, guna melakukan pembayaran.

Kondisi ini, kata dia, membuat beban yang ditanggung masyarakat justru lebih besar, dibandingkan nilai pajak yang harus dibayarkan, sehingga mendorong banyak orang untuk menunda, bahkan tidak melaksanakan kewajibannya.

“Jika warga yang tinggal di pulau-pulau harus mengeluarkan biaya transportasi, dan akomodasi yang nilainya melebihi jumlah pajak yang harus dibayarkan, wajar jika mereka memilih untuk menunda, atau bahkan tidak membayar sama sekali. Kondisi seperti inilah yang harus segera dicarikan solusi yang tepat,” tegasnya.

Alhidayat menekankan perlunya perubahan pola kerja pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dari yang sebelumnya bersifat pasif dan menunggu masyarakat datang, beralih menjadi lebih proaktif dan hadir di tengah masyarakat.

Dia mendorong pemerintah, untuk menyelenggarakan layanan bergerak atau menerapkan sistem jemput bola hingga menjangkau wilayah kecamatan, desa, bahkan pulau-pulau kecil.

“Jangan lagi kita menunggu masyarakat yang datang menemui kami. Pemerintah harus turun langsung, membuka titik-titik layanan hingga ke pelosok daerah, sehingga masyarakat tidak perlu bersusah payah, dan mengeluarkan biaya besar hanya untuk mengurus kewajiban perpajakannya,” katanya.

Selain itu, Wajo juga menekankan pentingnya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pemungutan pajak, agar prosesnya menjadi lebih mudah, cepat, dan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses secara fisik.

Namun demikian, penerapan digitalisasi harus tetap disesuaikan dengan kondisi infrastruktur yang ada di lapangan.

“Digitalisasi adalah solusi yang tepat, namun pelaksanaannya harus realistis. Jangan sampai kita hanya membicarakan kemajuan teknologi, sementara jaringan komunikasi dan infrastruktur pendukungnya di daerah belum tersedia dengan baik. Hal ini justru akan membuat layanan menjadi tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Di sisi lain Wajo mengingatkan, bahwa seluruh upaya pengelolaan keuangan daerah harus tetap berlandaskan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan dan kebijakan nasional.

“Evaluasi kinerja harus dilakukan secara rutin dan menyeluruh, tidak hanya sekadar melihat angka dan laporan di atas kertas, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan berjalan efektif, serta memberikan manfaat sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Dia berharap ke depan, pemerintah daerah dapat lebih peka dan responsif dalam mengidentifikasi berbagai potensi pendapatan yang ada, sekaligus menghadirkan kebijakan dan terobosan yang solutif.

“Dengan demikian, pendapatan daerah dapat terus meningkat secara berkelanjutan, dan mampu mendanai berbagai program pembangunan, untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Wajo.

Tentang penulis

Wajo Soroti Minimnya Inovasi dan Akses Layanan Pajak di Maluku 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Wawali Ambon Tekankan Otonomi Daerah Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Next: Wali Kota Ambon Tekankan Seleksi Sekkot Harus Objektif dan Bebas Intervensi

Related News

IMG-20260625-WA0074
  • Daerah

DPRD Maluku Cermati Pertanggungjawaban APBD 2025

Q Jumat, 26 Juni 2026
IMG-20260626-WA0007
  • Daerah

Bodewin: Keberagaman Adalah Modal Besar Membangun Kota Ambon

Q Jumat, 26 Juni 2026
image_search_1782357083422~2
  • Daerah

Cabjari Saparua Tingkatkan Penanganan Dugaan Korupsi DD-ADD Negeri Booi ke Penyidikan

Q Kamis, 25 Juni 2026

Berita lainnya

IMG-20260626-WA0048
Polda papua Barat Daya Press Release berhasil mengungkapkan kasus tindak pidana penipuan online (Foto/Mar)
  • Metro

Pelaku Penipu Online Bermodus Sewa Alat Konstruksi Diamankan Polda Papua Barat Daya

Marni Jumat, 26 Juni 2026
IMG-20260625-WA0074
  • Daerah

DPRD Maluku Cermati Pertanggungjawaban APBD 2025

Q Jumat, 26 Juni 2026
IMG-20260626-WA0007
  • Daerah

Bodewin: Keberagaman Adalah Modal Besar Membangun Kota Ambon

Q Jumat, 26 Juni 2026
20260626_182649
Pembukaan Audisi seleksi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2026 ,(Foto /Mar)
  • Pendidikan

Pemprov PBD Resmi Buka Audisi Gita Bahana Nusantara 2026, Cari Perwakilan Tampil di HUT RI ke-81

Marni Jumat, 26 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d