
Pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan tes urine bagi tahanan baru di Lapas Wahai, Kamis (30/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperketat pengawasan, terhadap setiap tahanan yang baru masuk.
Langkah ini dilakukan dengan mewajibkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan tes urine, sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026).
Seluruh rangkaian pemeriksaan ini diawasi langsung oleh tim pengamanan bersama tenaga medis, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), yang telah ditetapkan dan wajib dijalankan bagi seluruh tahanan baru.
Petugas Medis Lapas Wahai, Fitri Rianti menjelaskan, bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu memastikan kondisi kesehatan setiap warga binaan, sekaligus menjadi benteng pengamanan, agar zat berbahaya dan zat adiktif tidak masuk serta beredar, di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
“Pemeriksaan ini kami lakukan dengan cermat. Selain untuk mengetahui riwayat kesehatan dan penyakit yang mungkin diderita, langkah ini juga menjadi cara paling efektif, untuk mencegah masuknya barang terlarang seperti narkotika ke dalam lingkungan pembinaan,” ujarnya.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menegaskan, bahwa kebijakan ini merupakan bukti keseriusan institusi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan kerja maupun lingkungan pembinaan.
Upaya ini juga menjadi langkah nyata, dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, yang selama ini menjadi perhatian utama.
“Kami berkomitmen penuh menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kebijakan ini akan terus kami jalankan secara konsisten, karena lingkungan yang bebas dari narkoba menjadi syarat utama, agar proses pembinaan dan pemulihan berjalan dengan baik, dan memberikan hasil yang optimal,” katanya.
Langkah yang diambil oleh Lapas Wahai ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Dia mendorong, agar seluruh unit kerja di bawah naungannya secara seragam dan berkesinambungan, menerapkan program penciptaan di lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba.
“Selain dilakukan pada saat penerimaan, tes urine juga akan dilaksanakan secara berkala, dan mendadak bagi seluruh warga binaan,” ujar dia.
Melalui langkah-langkah tersebut, kata Ricky, Lapas Wahai menargetkan terwujudnya lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan sehat, sehingga mampu mendukung proses pemulihan, serta pembinaan kemandirian warga binaan secara maksimal.




