
Kegiatan Sosialisasi Literasi Digital bagi siswa-siswi MTs Negeri Ambon, Kamis (7/6/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy mengingatkan tentang pentingnya penguatan literasi digital bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Lekransy dalam pemaparannya, saat kegiatan Sosialisasi Literasi Digital bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Ambon, Kamis (7/6/2026).
Kegiatan bertujuan, untuk meningkatkan pemahaman generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab di era digital.
Lekransy menjelaskan, bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan pola komunikasi sosial.
“Teknologi memberikan banyak manfaat, seperti kemudahan akses informasi, percepatan proses belajar, serta terbukanya ruang kreativitas dan inovasi bagi generasi muda. Namun di sisi lain, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan media sosial, dan menurunnya budaya membaca apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik,” ujar Lekransy.
Ia juga menyoroti adanya perbedaan besar antara generasi terdahulu, dengan generasi saat ini dalam proses belajar dan menerima informasi.
“Generasi veteran, baby boomers, dan generasi X lebih banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan akses informasi yang terbatas, sedangkan generasi Y dan generasi Z hidup di lingkungan, yang serba digital dan instan. Kondisi tersebut memengaruhi pola pikir, perilaku, serta cara generasi muda mengambil keputusan terhadap informasi yang diterima,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat empat pilar literasi digital meliputi kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.
“Penguatan empat pilar ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menggunakan teknologi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dalam konteks pendidikan, digitalisasi dinilai memberikan peluang besar bagi siswa untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan kolaborasi.
Namun, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol, termasuk ketergantungan terhadap Artificial Intelligence (AI), dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa.
“Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi sangat penting, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif, dalam mendukung pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Dinas Kominfo Kota Ambon, Maicel Latuheru menjelaskan peluang di media sosial, yang dapat dimanfaatkan generasi muda, untuk memperoleh penghasilan.
“Media sosial bisa dimanfaatkan melalui berbagai bidang kreatif seperti content creator, desain grafis, pemasaran digital, pengembangan aplikasi, dan bisnis daring. Selain sebagai sumber pendapatan, media sosial juga dapat digunakan untuk menunjukkan kreativitas dan memperkenalkan budaya daerah,” ungkap Latuheru.
Namun Latuheru menegaskan, bahwa penggunaan media sosial harus tetap mengedepankan etika, tanggung jawab, dan konten yang edukatif.
“Penggunaan harus tetap mengedepankan etika, tanggung jawab, dan konten yang positif, agar memberikan dampak baik bagi masyarakat,” tandasnya.
Penyampaian materi yang dipadukan dengan permainan edukatif, kuis interaktif, dan pemberian hadiah turut menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan partisipatif, serta memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan di ruang digital secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab.




