
Pembelajaran membaca huruf Hijaiyah bagi warga binaan Lapas Wahai yang belum mampu membaca Al-Qur’an, yang berlangsung di musala Lapas Wahai, Selasa (19/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan, melalui kegiatan rohani Islam.
Salah satu program rutin yang dijalankan adalah, pembelajaran membaca huruf Hijaiyah bagi warga binaan, yang belum mampu membaca Al-Qur’an, yang berlangsung di musala Lapas Wahai, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme, serta didampingi secara langsung oleh petugas Lapas.
Para warga binaan diberikan materi dasar secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf Hijaiyah, cara pelafalan yang benar, hingga tahapan awal membaca Al-Qur’an.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw mengatakan, program tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pembinaan mental dan spiritual, agar warga binaan memiliki pemahaman agama yang lebih baik, selama menjalani masa pidana.
“Kami melihat antusiasme warga binaan sangat luar biasa dalam mengikuti pembelajaran ini. Harapannya, mereka tidak hanya sekadar mampu mengenal huruf Hijaiyah, tetapi juga kelak dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan tersebut sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menegaskan, bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu fondasi paling penting, dalam membentuk karakter, serta mendorong perubahan perilaku positif pada diri warga binaan.
Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami isinya, diharapkan menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi warga binaan kelak, saat mereka telah menyelesaikan masa hukuman dan kembali hidup bermasyarakat.
“Kami berharap, seluruh warga binaan dapat terus meningkatkan pemahaman agamanya, dan benar-benar mengalami perubahan perilaku menjadi lebih baik. Pembinaan keagamaan ini menjadi bagian krusial, dalam proses pembentukan pribadi yang positif dan bermartabat,” katanya.
Melalui kegiatan yang terus digalakkan tersebut, dia berharap, dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang semakin humanis dan religius, sekaligus memberikan dukungan kuat bagi keberhasilan proses reintegrasi sosial warga binaan, setelah lepas dari masa binaan.





