
KOTA SORONG,BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama PT Bumi Harmoni Indoguna menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan profil dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIPGATI) daerah, yang berlangsung di Hotel Vega, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah kebijakan pelestarian alam sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah yang kaya sumber daya alam ini.
Dalam sambutannya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Suardi Thamal, menegaskan bahwa Papua Barat Daya dianugerahi kekayaan hayati luar biasa, mulai dari hutan tropis, ekosistem pesisir, hutan bakau, terumbu karang, hingga beragam flora dan fauna endemik. Kekayaan ini memiliki nilai ekologis penting tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia.
Ia menekankan bahwa aset tersebut harus dijaga sebagai amanah bersama, terlebih di tengah tantangan tekanan pembangunan, perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta eksploitasi sumber daya yang tidak terkontrol.
Menurut Suardi, dokumen profil dan rencana induk ini menjadi dasar utama perencanaan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan. Dokumen tersebut diharapkan mampu memetakan potensi, tantangan, serta langkah perlindungan dan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana demi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah provinsi juga berkomitmen memastikan pembangunan berjalan selaras antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, tanpa mengorbankan kelestarian alam maupun hak-hak masyarakat adat yang telah menjaga alam secara turun-temurun.
“Kami berharap forum ini melahirkan masukan konstruktif, berbasis data ilmiah dan pengetahuan lokal, serta aspirasi masyarakat adat agar dokumen yang dihasilkan komprehensif dan dapat diterapkan. Pengelolaan keanekaragaman hayati bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat, agar generasi mendatang tetap bisa menikmati hutan yang lestari dan laut yang sehat,” ujar Suardi
Sementara itu, Direktur PT Bumi Harmoni Indoguna, Noor Abiyoso Syakhrie, menjelaskan bahwa penyusunan profil dan RIPGATI bertujuan untuk memetakan potensi sumber daya hayati di Papua Barat Daya, lalu menyusun rencana pengelolaan terstruktur untuk lima tahun ke depan.
Ia menambahkan bahwa dokumen ini nantinya akan dijadikan panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola kekayaan hayati wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Noor menyampaikan rencana agar dokumen ini terintegrasi dengan dokumen perencanaan lain, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Papua Barat Daya.
Integrasi ini sejalan dengan target pembangunan khusus Papua, yaitu mempertahankan tutupan hutan mencapai 70 persen dari total wilayah, serta menjaga status daerah ini sebagai pusat keanekaragaman hayati utama atau episentrum keanekaragaman hayati dunia.(Mar)







