
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat menghadiri peresmian dan penyerahan 10 unit TPS melalui program BNI Go Green, di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (2/6/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, penambahan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pada berbagai wilayah, di Kota Ambon harus diiringi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.
“Kalau sudah ada TPS, buanglah sampah di TPS tersebut. Jangan sampai TPS disediakan, tetapi sampah justru dibuang di sembarang tempat. Perubahan perilaku harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Wali Kota dalam sambutannya, saat meresmikan dan menerima penyerahan 10 unit TPS dari program BNI Go Green, di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (2/6/2026).
Peresmian yang berlangsung di depan Dealer Toyota Galala tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries B. Gaspersz; pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon; jajaran manajemen BNI; serta sejumlah undangan lainnya.
Wali Kota menyebut, persoalan persampahan masih menjadi salah satu tantangan utama, yang dihadapi Pemkot Ambon.
Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, untuk memperkuat sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah.
Menurut Wali Kota, keberadaan TPS baru tersebut akan membantu pemerintah memperluas jangkauan layanan persampahan, terutama di wilayah yang selama ini masih kekurangan fasilitas pembuangan sampah.
“Hari ini BNI menyerahkan 10 unit TPS yang akan ditempatkan di 10 lokasi berbeda di Kota Ambon. Hal ini akan menambah infrastruktur pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah,” ujarnya.
Wali Kota menjelaskan, bahwa penyediaan fasilitas pengelolaan sampah tidak dapat sepenuhnya ditangani oleh pemerintah sendiri.
Dukungan dari sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi bagian penting, dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan sarana kebersihan di Kota Ambon.
Atas hal tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada BNI, yang telah menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan, melalui penyediaan fasilitas TPS bagi masyarakat.
Meski demikian, Wali Kota mengingatkan, bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas semata.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, dan memanfaatkan TPS secara tepat juga menjadi faktor penentu utama,” kata dia.
Menurutnya, upaya mewujudkan Kota Ambon yang bersih membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon untuk memastikan, proses pengangkutan sampah berjalan tepat waktu, agar TPS yang telah disediakan dapat berfungsi secara optimal, dan tidak menimbulkan penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan masalah lain.
Sementara itu, Area Head BNI Wilayah Sulawesi-Maluku, Hasanul A. Nasution menyatakan, bahwa program BNI Go Green merupakan bentuk komitmen perusahaan, dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, bantuan berupa 10 unit TPS tersebut diharapkan dapat membantu Pemkot Ambon memperkuat sistem pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Melalui program ini, BNI ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” tutup Nasution.





