
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menaruh harapan besar kepada Tim Nasional Belanda, untuk meraih gelar juara dunia pada ajang Piala Dunia 2026.
Baginya, turnamen yang akan digelar di Amerika Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menjadi momentum paling tepat bagi De Oranje, untuk mengakhiri sejarah panjang sebagai tim besar yang belum pernah mencium aroma gelar juara.
“Belanda selalu menjadi tim yang menarik untuk diikuti. Mereka kerap tampil luar biasa, dan menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, namun sayang hingga kini belum berhasil meraih trofi tertinggi Piala Dunia. Saya berharap, tahun 2026 ini menjadi saat yang tepat bagi mereka, untuk mengubah sejarah tersebut,” ujar Tersih, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, julukan “Raja Tanpa Mahkota” yang selama ini melekat pada Belanda, justru menjadi alasan utama mengapa ia terus memberikan dukungan sepenuh hati.
Bagi Tersih, perjalanan panjang yang penuh perjuangan, dan hasil yang nyaris diraih di berbagai edisi turnamen dunia, telah menciptakan ikatan emosional yang kuat antara tim ini dan para pendukung setianya.
“Julukan itu sudah sangat melekat, dan menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Belanda. Sebagai pendukung, tentu ada harapan besar yang selalu kami simpan, yaitu ingin melihat mereka akhirnya berdiri di podium tertinggi, dan mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya,” tegasnya.
Tersih menilai, secara kualitas materi pemain, skuad Belanda saat ini memiliki bekal yang lebih dari cukup, untuk bersaing dengan negara-negara unggulan lainnya di kancah dunia.
Perpaduan harmonis antara pemain-pemain senior yang matang pengalaman dengan talenta generasi muda yang bersemangat, dinilainya sebagai modal emas untuk menghadapi persaingan ketat di tahun 2026 nanti.
Lebih dalam, Tersih juga menyoroti faktor kedekatan historis, sebagai alasan lain mengapa tim ini begitu istimewa di mata masyarakat, khususnya di Maluku.
Ia melihat, adanya hubungan sejarah dan ikatan kekeluargaan yang kental, yang membuat dukungan terhadap Belanda tetap kokoh terjaga hingga masa kini.
“Belanda memiliki tempat tersendiri di hati sebagian besar masyarakat Maluku. Ada hubungan sejarah, dan ikatan kekeluargaan yang telah terjalin lama, yang membuat perhatian dan dukungan terhadap tim ini tetap sangat kuat hingga sekarang,” jelasnya.
Berbicara mengenai sosok pemain yang paling dikaguminya dalam skuad Belanda saat ini, Tersih menunjuk nama Denzel Dumfries.
Bek sayap kanan andalan tersebut dinilainya, memiliki karakteristik permainan yang sangat dibutuhkan tim di laga-laga besar.
“Denzel Dumfries adalah pemain favorit saya. Dia punya karakter bermain yang agresif, fisik yang sangat kuat, dan luar biasa aktif membantu serangan dari sisi kanan lapangan. Kehadiran dan kontribusinya bisa menjadi pembeda di pertandingan-pertandingan krusial nanti,” ungkapnya.
Pengalaman Dumfries berkarier di level tertinggi sepak bola Eropa, menurut Tersih, menjadikan dia salah satu pilar yang paling bisa diandalkan Belanda, dalam misi mengejar trofi dunia pertama mereka.
Dengan segala potensi dan kekuatan yang dimiliki saat ini, Tersih tetap optimis Belanda mampu tampil kompetitif, dan menembus jauh ke fase akhir turnamen.
Ia berharap, Piala Dunia 2026 kelak menjadi panggung pembuktian bagi De Oranje, untuk menghapus label yang selama ini melekat, sekaligus menorehkan lembaran sejarah baru yang gemilang.
“Sudah cukup lama kami para pendukung menunggu momen ini. Saya sangat berharap, Belanda bisa menjawab segala harapan itu, dan akhirnya berhasil membawa pulang trofi juara Piala Dunia pada tahun 2026 nanti,” tandas dia.





