
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota Sorong menyalurkan bantuan kepada 12 suku asli Papua di Kota Sorong yang diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta bidang pendidikan. Penyerahan dilaksanakan di Sekretariat Forum Suku Asli Papua Kota Sorong, Selasa (1/9/2026).
Wali Kota Sorong Septinus lobat menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan bentuk nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat.
“Bantuan bagi pelaku UMKM diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, menambah modal, meningkatkan produksi, serta mendorong pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga. UMKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Selain bidang ekonomi, perhatian juga diberikan pada pendidikan. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan. Setiap anak harus punya kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita,” tegasnya
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Kota Sorong adalah rumah kita bersama. Perbedaan bukan alasan terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun bersama.”
Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan bersama, serta terus memperkuat persatuan dan toleransi guna mewujudkan Kota Sorong yang maju, aman, sejahtera, dan bermartabat.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Sorong, Hendrikus Momot, menjelaskan bahwa penyaluran ini berlangsung di bawah pengawasan Bapenas, Bapeda Provinsi, serta Bappeda Kabupaten/Kota.
Dana tidak hanya diterima secara pribadi, melainkan setiap suku wajib menyisihkan sebagian untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan di lingkungannya masing-masing, baik dalam bentuk uang maupun barang.
Bantuan dibedakan berdasarkan jumlah penduduk suku: enam suku besar masing-masing menerima Rp80 juta, dan enam suku lainnya masing-masing Rp60 juta.
“Dana tidak sekadar diberikan untuk dibawa pribadi, tetapi ada bagian yang disisihkan untuk membantu sesama warga suku. Kami juga membentuk tim pendampingan dan pengawasan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelas Hendrikus.(Mar)






