
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Ambon dan UKIM, di Kantor Balai Kota Ambon, Rabu (2/9/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menekankan pentingnya kajian akademis, dalam setiap proses perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, kebijakan yang disusun berdasarkan kajian akan lebih terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dia menyebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis, sebagai mitra pemerintah dalam melakukan penelitian, pengkajian kondisi masyarakat hingga membantu menyusun perencanaan pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), di Kantor Balai Kota Ambon, Rabu (2/9/2026).
“Tujuannya adalah, pemerintah bersama dengan seluruh perguruan tinggi di Kota Ambon mengupayakan berbagai hal, baik dalam perencanaan, penelitian dan seterusnya, termasuk dalam kaitan dengan pengkajian masyarakat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga perguruan tinggi,” ujar Wali Kota.
Ia mengatakan, pemerintah membutuhkan dukungan akademisi, untuk memperoleh perspektif ilmiah dalam menangani berbagai persoalan pembangunan. Kolaborasi tersebut dapat mencakup bidang yang berkaitan langsung, dengan kebutuhan daerah maupun masyarakat.
Wali Kota mencontohkan, persoalan tata ruang dan pembangunan, yang membutuhkan perencanaan matang.
Menurutnya, kompetensi yang dimiliki fakultas maupun lembaga penelitian di perguruan tinggi dapat dimanfaatkan, untuk membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih tepat.
“Misalnya ada kebutuhan kita untuk perencanaan terkait tata ruang, terkait pembangunan dan seterusnya. Fakultas-fakultas bisa berkolaborasi,” katanya.
Kerja sama dengan UKIM, lanjut Wali Kota, diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama.
Kesepahaman tersebut harus diterjemahkan dalam program nyata, yang memberikan kontribusi terhadap proses pembangunan Kota Ambon.
Ia juga berharap, model kolaborasi tersebut dapat diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian, pemerintah dapat membangun jaringan kerja sama akademis yang lebih kuat, untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan daerah.
Menurut Wali Kota, keterlibatan perguruan tinggi menjadi penting, karena pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan seorang diri.
“Pengetahuan, hasil penelitian dan kemampuan akademisi dapat menjadi bahan pertimbangan, dalam menentukan arah kebijakan,” ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, mengenai persiapan menyambut HUT ke-451 Kota Ambon.
Ia meminta momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi perayaan bersama seluruh masyarakat.
“Kita berharap, partisipasi masyarakat, partisipasi pihak lain untuk peringatan hari ulang tahun. Kalau kita sendiri tidak ikut berpartisipasi, bagaimana sukacita itu bisa muncul ke publik,” tegasnya.
Wali Kota meminta jajaran Pemkot Ambon ikut terlibat, dalam seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
Menurutnya, semangat menyambut hari ulang tahun kota harus terlihat, melalui keterlibatan bersama dan rasa memiliki terhadap Kota Ambon.
Perhatian juga diberikan terhadap pelaksanaan upacara HUT Kota Ambon, yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon.
Wali Kota meminta seluruh peserta, untuk mengikuti upacara dengan tertib, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Walaupun mungkin tidak banyak peserta, saya berharap, dari depan sampai belakang tetap tertib. Laki-laki, perempuan tidak masalah, yang penting dari hati dan tidak bergerombol,” ujarnya.
Selain agenda HUT Kota Ambon, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah daerah yang meraih Juara I terbaik tingkat nasional, dalam kategori penilaian yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah pusat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak membuat jajaran pemerintah merasa telah mencapai tujuan akhir.
Menurutnya, penghargaan hanyalah konsekuensi positif dari pelaksanaan tugas yang dilakukan secara sungguh-sungguh.
“Penghargaan itu bonus. Yang kita kejar adalah, mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau itu dilakukan dengan baik, penghargaan akan datang dengan sendirinya,” kata Wali Kota.
Ia meminta, seluruh aparatur tetap menjaga kualitas pekerjaan, termasuk dalam pengelolaan dan penyajian data.
Hal tersebut dinilai penting, karena berbagai capaian pemerintah harus didukung oleh data yang akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Semoga kerja keras itu tidak terbuang percuma hanya karena kita lalai dalam penyajian data dan lain-lain. Semua harus dilakukan dengan baik, bahkan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Wali Kota kembali mengingatkan, jajaran pemerintah untuk memanfaatkan waktu yang tersisa, dengan menyelesaikan berbagai agenda daerah secara maksimal.
Ia berharap, semangat kolaborasi yang dibangun bersama perguruan tinggi, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, untuk mendukung pembangunan Kota Ambon.




