
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin menegaskan, reses harus mampu menghasilkan langkah nyata, atas berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Karena itu, setiap aspirasi yang dihimpun dari lapangan perlu menjadi bahan evaluasi, sekaligus dasar untuk menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Menurut Rovik, masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran wakil rakyat untuk mendengarkan keluhan, tetapi juga membutuhkan kepastian mengenai tindak lanjut dari aspirasi tersebut.
“Kondisi ekonomi nasional saat ini memang memicu efisiensi anggaran di banyak daerah. Namun, program yang diserap sebelumnya sudah mulai dirasakan manfaatnya. Kehadiran saya hari ini adalah, untuk melaporkan apa yang telah dikerjakan, sekaligus mendengar langsung apa yang masih menjadi kebutuhan masyarakat,” ungkap Rovik, saat dihubungi dari Ambon, Senin (14/9/2026).
Di Dusun Karanjang, kata dia, warga mengeluhkan persoalan air irigasi yang mengganggu aktivitas pertanian. Di Talaga Pangi, masyarakat menyampaikan kebutuhan Balai Pertemuan Dusun. Sementara warga Taeno Atas mengeluhkan jalan yang rusak parah.
Selain itu, kunjungan serap aspirasi juga dilakukan di Lingkungan Satu Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, serta kawasan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe.
Rovik mengatakan, setiap wilayah memiliki persoalan yang berbeda, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama.
Ia juga menekankan soal pentingnya menentukan skala prioritas, dan memperhatikan pembagian kewenangan antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.
Dalam persoalan jalan Taeno Atas, misalnya, Rovik berencana melakukan koordinasi dengan Wali Kota Ambon, agar penanganannya dapat dibagi berdasarkan kewenangan.
Sementara untuk persoalan pertanian, ia mendorong adanya intervensi terhadap kebutuhan irigasi serta dukungan terhadap petani.
Rovik juga menyatakan siap membantu pembangunan fasilitas publik di Talaga Pangi dengan memberikan 60 sak semen sebagai dukungan awal pembangunan Balai Pertemuan Dusun.
“Proposal bantuan di Kesra Pemprov silakan panitia urus. Jika menemui kendala, langsung hubungi saya. Saya ingin mengawal prosesnya dari awal, agar pengerjaannya jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Menurut Rovik, ukuran keberhasilan reses bukan terletak pada banyaknya aspirasi yang dicatat, melainkan sejauh mana kebutuhan masyarakat dapat dikawal menuju program pembangunan.
“Yang paling penting adalah, aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan. Kita harus kawal sesuai kewenangan, agar ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tandas Rovik.




