
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyerahkan bantuan penyelesaian studi akhir tahap II kepada ratusan mahasiswa, Kamis (24/9/2026). Penyerahan berlangsung di Aula Rektorat Unamin lantai 3, Kota Sorong.
Bantuan penyerahan tahap ll bagi mahasiswa Universitas Wensar Teminabuan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Papua Barat Daya, serta mahasiswa di lingkungan Sorong Raya termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Poltekkes Kemenkes, Institut Agama Islam, dan Politeknik Pelayaran Sorong.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nasrau, Wakil II Kelompok Khusus DPRP Papua Barat Daya Maria Jitmau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Adolf Kambuaya, perwakilan anggota DPRP PBD, serta para mahasiswa penerima bantuan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD Adolf Kambuaya menjelaskan, bantuan tahap kedua ini berbeda dengan tahap pertama yang disalurkan melalui kampus. Kali ini penyaluran didasarkan pada pengajuan proposal mandiri dari mahasiswa asal Papua Barat Daya yang menempuh pendidikan dan perguruan tinggi
“Kami tidak bisa begitu saja menerima proposal. Kami harus turun memverifikasi langsung ke kampus-kampus di Manado, Surabaya, Jakarta, Jayapura, Manokwari, Makassar, dan lainnya untuk memastikan mahasiswa tersebut benar-benar menempuh pendidikan,” ujarnya.
Karena proses verifikasi itu, penyerahan langsung di Sorong hanya dihadiri mahasiswa yang berada di kota ini, sedangkan penerima di luar daerah akan menerima bantuan melalui rekening masing-masing. Proses ini tetap dalam pengawasan ketat termasuk pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sebanyak 346 mahasiswa menerima bantuan pada tahap ll terdiri dari 296 mahasiswa S1/D4, 26 mahasiswa S2, dan 3 mahasiswa dokter. Dari jumlah itu, 130 berasal dari wilayah Sorong Raya dan 216 dari luar Sorong Raya
“Penerima Bantuan tahap l dan ll ,ditahun 2026 menjadi 820 mahasiswa. Direncanakan pada akhir Oktober atau November akan ada penyaluran tahap ketiga, sehingga diperkirakan tahun ini lebih dari 1.000 mahasiswa akan terbantu,” ucapnya
Bantuan ini disalurkan sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus dan BP106, khusus ditujukan bagi mahasiswa Orang Asli Papua.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan yang terpenting adalah kualitas sumber daya manusia.
“Sebagai provinsi termuda di Indonesia, Papua Barat Daya harus melahirkan generasi yang cerdas, inovatif, dan mampu bersaing. Banyak talenta hebat yang terhambat menyelesaikan studi hanya karena biaya penelitian atau administrasi akhir. Bantuan ini adalah bukti kehadiran negara agar tidak ada anak Papua Barat Daya yang gagal meraih gelar sarjana karena kendala ekonomi,” tegas Gubernur.
Elisa Kambu berpesan kepada seluruh penerima agar memanfaatkan dana tersebut secara bertanggung jawab, murni untuk keperluan penyelesaian tugas akhir, penelitian, dan administrasi kelulusan, serta menyelesaikan studi tepat waktu.
“Gelar yang kalian raih harus dibarengi integritas dan semangat membangun tanah kelahiran. Kembalilah dan berkontribusi nyata bagi Papua Barat Daya,” pesannya.
Gubernur juga berharap perguruan tinggi terus memberikan bimbingan terbaik kepada para mahasiswa, dan menjalin kerja sama yang erat demi terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas.
“Saya serahkan secara resmi bantuan studi akhir tahap II Tahun Anggaran 2026. Semoga ini menjadi langkah nyata mewujudkan Papua Barat Daya yang cerdas, mandiri, dan sejahtera,” tutup Elisa Kambu.(Mar).







