
Kegiatan tasyakuran yang melibatkan Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan BULOG Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (9/10/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Perum BULOG mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri sebesar 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Di tengah pencapaian rekor nasional tersebut, stok beras yang dikelola BULOG Kanwil Maluku dan Maluku Utara mencapai 24.400 ton, untuk mendukung ketersediaan pangan di wilayah kepulauan.
Pencapaian tersebut disyukuri, melalui kegiatan tasyakuran yang melibatkan Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan BULOG Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, didampingi sejumlah anggota komisi. Turut hadir Wakil Direktur Utama Perum BULOG Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal Abdullah, serta perwakilan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional dan mitra kerja terkait.
Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau langsung pengelolaan persediaan beras di gudang BULOG Nusaniwe. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi penyimpanan, kesiapan stok, serta kemampuan BULOG dalam menjaga ketersediaan beras, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Berdasarkan data BULOG, persediaan beras yang dikelola Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencapai 24.400 ton. Stok tersebut menjadi salah satu penopang penting, dalam menjaga pasokan beras di kedua wilayah, mengingat karakteristik geografis kepulauan membutuhkan pengelolaan cadangan, dan distribusi pangan yang terencana.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto mengapresiasi keberhasilan BULOG melampaui target pengadaan beras nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan hasil kerja bersama, dalam meningkatkan penyerapan hasil produksi petani di dalam negeri.
Ia berharap, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi prestasi dari sisi volume pengadaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat sebagai penerima manfaat kebijakan pangan pemerintah.
Siti Hediati juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan beras di seluruh daerah, agar peningkatan cadangan pangan nasional dapat dirasakan secara merata.
Dia menyebut, pengadaan dalam jumlah besar harus disertai dengan pengelolaan persediaan yang baik, penjagaan mutu beras, serta kesiapan distribusi hingga ke daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis, termasuk wilayah kepulauan di Maluku dan Maluku Utara.
Kunjungan tersebut, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi Komisi IV DPR RI untuk melihat secara langsung kesiapan BULOG, dalam mengelola cadangan beras pemerintah, dan memastikan stok yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq mengatakan, keberhasilan pengadaan lebih dari 4 juta ton setara beras merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran BULOG bersama petani, mitra penggilingan, pemerintah, dan berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan penugasan pangan nasional.
Ia menilai, capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi BULOG dalam menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Marga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan kepada BULOG, serta kepada Komisi IV DPR RI, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, TNI, petani, dan seluruh mitra kerja yang berkontribusi dalam proses pengadaan.
Menurutnya, keberhasilan menyerap hasil produksi dalam negeri harus diikuti dengan pengelolaan stok secara optimal, agar cadangan yang tersedia mampu mendukung kebutuhan masyarakat, dan menjaga stabilitas pangan.
“BULOG akan terus memperkuat pelaksanaan pengadaan, penyimpanan, dan pengelolaan beras agar penugasan pemerintah dapat berjalan secara efektif,” ujarnya.
Realisasi pengadaan tahun ini menunjukkan peningkatan, dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, BULOG mencatat pengadaan sebesar 3.191.969 ton setara beras. Sementara itu, rekor sebelumnya tercatat pada 2012 dengan volume sekitar 3,65 juta ton.
Peningkatan tersebut mencerminkan kemampuan BULOG, dalam memperluas penyerapan hasil panen petani melalui optimalisasi jaringan pengadaan, kerja sama dengan mitra penggilingan, serta dukungan infrastruktur penyimpanan di berbagai daerah.
“Penguatan pengadaan dalam negeri juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” kata Marga.
Ketersediaan cadangan tersebut diperlukan, untuk mendukung berbagai program pangan, termasuk stabilisasi pasokan dan harga beras, melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Melalui cadangan yang memadai, pemerintah memiliki instrumen, untuk menjaga ketersediaan beras, sekaligus merespons kebutuhan pangan masyarakat.
Di sisi lain, penyerapan hasil produksi dalam negeri juga menjadi bagian dari upaya mendukung petani, agar hasil panen mereka dapat terserap melalui mekanisme pengadaan pemerintah.
Selain menjadi ajang syukuran atas pencapaian kinerja, kegiatan di Ambon tersebut turut diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat.
Bantuan yang disalurkan meliputi, paket sembako bagi pekerja perempuan, perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim, serta pompa air untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana rumah ibadah, baik masjid maupun gereja.
Penyerahan bantuan itu menjadi bentuk kepedulian sosial BULOG kepada masyarakat, di tengah upaya perusahaan menjalankan tugas menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui pencapaian pengadaan tahun 2026, BULOG menegaskan komitmennya, untuk terus meningkatkan penyerapan produksi petani, memperkuat cadangan beras pemerintah, serta menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan.
Dukungan berbagai pemangku kepentingan diharapkan, dapat memastikan manfaat pengelolaan pangan nasional menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan kepulauan.





