
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat meluncurkan inovasi βMAPAN, sebuah layanan informasi ketenagakerjaan bergerak yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Persaingan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki lebih dari sekadar gelar akademik. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mendorong lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon meningkatkan keterampilan, mengantongi sertifikat kompetensi, serta mempersiapkan diri sesuai kebutuhan pasar kerja.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota, saat meluncurkan inovasi βMAPAN (Beta Mapan), sebuah layanan informasi ketenagakerjaan bergerak yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon. Peluncuran berlangsung bertepatan dengan Wisuda Universitas Pattimura (Unpatti) periode Oktober 2026. Demikian siaran pers yang diterima media ini, Kamis (5/11/2026).
Menurut Wali Kota, tantangan yang dihadapi seseorang setelah menyelesaikan pendidikan tinggi bukan hanya memperoleh gelar akademik, tetapi bagaimana mengubah bekal pendidikan tersebut menjadi peluang, untuk mendapatkan pekerjaan maupun menciptakan usaha.
Karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil peran aktif, dalam menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah, menghadirkan pelayanan ketenagakerjaan langsung di tengah masyarakat melalui βMAPAN.
“Pemerintah harus hadir memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Anak-anak yang baru menyelesaikan Pendidikan, dan sedang mencari pekerjaan harus mendapatkan akses informasi, serta pendampingan yang memadai,” ujar Wali Kota.
Ia menjelaskan, βMAPAN dirancang sebagai pusat informasi dan pelayanan ketenagakerjaan yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah, tanpa harus datang langsung ke kantor Dinas Tenaga Kerja.
Melalui layanan tersebut, pencari kerja bisa memperoleh informasi lowongan pekerjaan, mengurus kartu pencari kerja atau kartu kuning, serta mengetahui perkembangan informasi pasar kerja.
Tidak hanya itu, βMAPAN juga menyediakan informasi mengenai peluang berwirausaha dan program pemagangan. Para pencari kerja turut berkesempatan mendapatkan konseling, bimbingan karier, pendampingan penyusunan surat lamaran, hingga pelatihan untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia profesional.
Wali Kota menilai, berbagai fasilitas tersebut penting agar para lulusan baru tidak kehilangan arah, ketika mulai memasuki persaingan kerja. Sebab, kebutuhan dunia usaha dan industri terus berkembang, sehingga harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia yang sesuai.
Atas dasar itu, Wali Kota meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, serta kalangan pengusaha.
“Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka akses pelatihan, peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga peluang pemagangan bagi para pencari kerja, khususnya lulusan baru yang belum memiliki pengalaman professional,” harap dia.
Menurutnya, keterbatasan pengalaman kerja seharusnya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda, untuk memperoleh kesempatan. Pemerintah perlu memastikan, tersedianya jalur peningkatan kapasitas, agar mereka memiliki kualifikasi yang dibutuhkan oleh pemberi kerja.
Wali Kota berharap, inovasi ini tidak berhenti sebatas kegiatan peluncuran, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai instrumen pelayanan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peluncuran βMAPAN dalam momentum wisuda Unpatti tersebut ditandai dengan penyerahan kartu pencari kerja kepada salah seorang lulusan. Melalui βMAPAN, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon ingin memperpendek jarak antara pencari kerja, dengan akses informasi dan layanan ketenagakerjaan.
“Dengan demikian, para sarjana tidak hanya dibekali ijazah setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kompetensi dan menemukan peluang masa depan,” tandas Wali Kota.





