
SORONG, BeritaAktual.co – Guna mendukung mengembangkan sektor budidaya ikan, seperti peningkatan produksi benih, indukan, penyediaan lahan, hingga pakan mandiri, Anggota Komisi VII (7) DPR-RI, Fraksi NasDem-Dapil Papua Barat, Rico Sia melalui usulannya kepada mitranya Komisi VII Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menyalurkan bantuan Aspirasi melalui “Program Desa Berinovasi” ke kelompok Pembudidaya Ikan Karya Lele di SP 3, distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Sabtu sore, 14 Agustus 2021.
Bantuan aspirasi berupa uang senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan bahan bahan pembudidayaan ikan yang diprakarsai Universitas Kristen Papua (UKIP) Sorong bersama kelompok Pembudidaya Ikan Lele ini diserahkan oleh Tenaga Ahli Sahabat Rico Sia, Semarga Kebibe S.IP didampingi Ketua Rumah Aspirasi Sahabat Rico Sia Papua Barat, Hartini Desti Ayu, dan Struktur Partai NasDem Kabupaten Sorong.
Disampaikan Anggota Komisi VII (7) DPR-RI, Fraksi NasDem-Dapil Papua Barat, Rico Sia bahwa ia mengapresiasi komitmen masyarakat yang tetap aktif dan produktif melakukan kegiatan budidaya ikan meskipun berada di tengah situasi pandemi Covid-19. Menurut Rico, komitmen masyarakat untuk membangun budidaya komoditas air tawar ini harus terus didukung sehingga berkembang dan menjadi potensi dalam memberikan penghasilan bagi masyarakat.
“Budidaya ikan lele ini harus terjaga dan terus produktif sebagai upaya menanggulangi dampak pandemi global Covid-19 bisa diatasi,” terang Rico.

Untuk pembudidayaan ikan lele kata Nanang, permintaan ikan lele baik benih dan ikan siap konsumsi sebelum Pandemi Covid-19 bisa mencapai satu ton perbulannya. Namun, setelah pandemi covid-19 mewabah permintaan dari pengepul turun 50 persen. Jelas hal ini akan berdampak pada biaya pakan yang sangat besar apalagi pembudidayaan ikan lele nya ini penjualannya se Sorong Raya.
“Bantuan uang tunai senilai Rp 200.000.000,- dan bahan bahan lainnya, bantuan ini akan kita gunakan untuk biaya produksi. Memang kita alami kendala karena sebelum ada covid-19 biasanya permintaan ada setiap hari, rata rata sebulan bisa 1 ton, tapi sekarang ini penjualan turun hingga 50 persen karena banyak warung yang tutup akhirnya pengepul jarang datang yang beli ikan,” kata Nanang. Sabtu (14/08/2021).

Nanang juga mengucapkan terima kasih atas Program Desa Berinovasi yang diberikan karena dengan adanya bantuan ini ia bisa kembali bangkit dengan memperluas pembudidayaan ikan yang digelutinya. “Terima kasih bapak Dewan Rico Sia atas bantuan yang diberikan, semoga dengan bantuan ini kita pembudidaya ikan lele bisa berinovasi lagi dalam melanjutkan usaha kami,” tandasnya.

Menurut Roger, dengan komunikasi yang baik, tempat pembudidayaan ikan lele milik Nanang mereka berhasil mendapatkan bantuan dari Kementerian, dan ini adalah program pertama. Roger juga berharap pembudidayaan milik Nanang ini tak hanya sebatas memproduksi ikan saja, tetapi bisa memperluas proses pemasaran lebih besar kedepannya, terutama menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang. [red]





