
WAISAI, BeritaAktual.co – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Waisai dalam waktu dekat akan melakukan penggantian daya meteran dari 900 Volt Ampere (VA) menjadi 1.300 dan 2.200 VA untuk warga kampung GAG, kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.
Manager PLN UIP Waisai, Frits Rahakbauw di kantornya, Waisai, Selasa sore, 07 September 2021 mengatakan, untuk menjawab kebutuhan warga masyarakat kampung GAG mesin pembangkit listrik yang ada saat ini sudah bisa beroperasi selama 24 jam setelah adanya penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PT GAG Nikel bersama Pemda Raja Ampat dan PLN pada 3 September 2021 lalu.
“Kita akan menambah daya 900 ke 1.300 VA jika ada permintaan dari warga, jadi semua kembali ke warga. Artinya PLN siap melayani bila ada permintaan. Sekarang kita sudah bisa beroperasi 24 jam dengan dua unit mesin pembangkit listrik untuk menjawab kebutuhan masyarakat disana setelah penandatanganan kerjasama. Selanjutnya kita launching dan kita mulai beroperasi,” terangnya. Selasa (07/09/2021).

Untuk pembangkit jaringan distribusi saat ini sambung Frits, pihaknya menggunakan dua unit mesin pembangkit listrik berkapasitas 285 KWh, jaringan distribusi tekanan menengah kurang lebih 4 Kilometer Sirkuit (KMS), sedangkan 238 KWh direncanakan akan dipasang sebanyak 338 jaringan.
“Kita akan pasang 238 KWh sebanyak di 338 bangunan, dan saat ini yang telah terdaftar kurang lebih 238 pelanggan, sedangkan yang sudah mendapat penerangan berjumlah 130 pelanggan. Jadi, sisanya masih dalam proses pemasangan,” jelasnya.
Frits berharap agar warga masyarakat bersama sama ikut bertanggung jawab menjaga aset yang diberikan PT Gag Nikel kepada Pemda Raja Ampat yang dikelola oleh PLN. Tak hanya itu, dia juga berharap masyarakat memberikan kemudahan, keamanan, kenyamanan dan ikut serta membantu apabila ada dahan pohon yang mengganggu jaringan distribusi dan mengakibatkan konsleting listrik masyarakat bisa ikut membantu.
“Kami harap masyarakat berikan kemudahan, juga menjaga bila ada dahan dahan pohon yang sudah menyentuh jaringan listrik segera dipangkas,” tutupnya. [DAV]






