
SORONG, BeritaAktual.co – Maraknya perundungan dan kekerasan terhadap anak membuktikan bahwa predikat Kota Layak Anak (KLA) tidak menjamin anak-anak bisa hidup dengan aman dan nyaman. Maka Bupati Sorong Dr.Johny Kamuru SH,M.Si berharap jika nanti menyandang predikat kota layak anak lantas jangan berbangga pada pencapaian. Sebaliknya, dapat benar-benar mewujudkan lingkungan yang nyaman dan aman untuk anak.
Kenyamanan ini diwujudkan dengan berbagai cara salah satunya yang telah diwujudkan pemerintah daerah Kabupaten Sorong menyediakan fasilitas olahraga dan taman bermain anak di Alun-alun Kota Baru Aimas. Sebanyak kurang lebih 50 orang dari berbagai instansi terkait termasuk kepolisian mengikuti Kegiatan Sosialisasi Kota Layak Anak Tahun 2021 yang bertempat di ruang serbaguna Hotel Aquarius jalan Nangka Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kamis, 23 September 2021.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sorong, Ferry Fatem saat diwawancarai awak media menyampaikan pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Itu telah termaktub dalam Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Untuk menjamin pemenuhan hak anak tersebut, pemerintah berkewajiban untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang penyelenggaraan Perlindungan Anak melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak.
“Ada syarat dan kriteria menuju Kota Layak Anak tentunya ini harus didukung oleh berbagai pihak karena anak butuh perhatian khusus seperti kegiatan yang pro terhadap anak, contohnya seperti ada taman bermain terhadap anak, pelayanan kesehatan yang ramah anak serta tempat-tempat ibadah yang ramah anak bahkan termasuk fasilitas publik,bukan hanya itu di sekolah pun harus dilindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan bullying ,semua kriteria ini menjadi kerja keras bersama berbagai pihak menuju Kota Layak Anak,” ucap Ferry. Kamis (23/09/21).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bupati Sorong Dr.Johny Kamuru SH,M.Si yang ditandai penabuhan tifa sebanyak 3 kali. [ary]







