
SORONG, BeritaAktual.co – Usai disemayamkan di di Aula Markas Batalyon Zeni Tempur 20 Pawbili Pelle Alang di distrik Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat jenazah serda Miskel Rumbiak anggota Yon Zipur 20 Pawbili Pelle Alang yang gugur diserang kelompok separatis di perbatasan kampung Kamat dan kampung Faan Khario distrik Aifat Utara kabupaten Maybrat diberangkatkan menggunakan speedboat menuju kampung Friwen Kabupaten Raja Ampat.
Nampak terlihat sejumlah rekan-rekan sesama anggota yon zipur 20 Pawbili Pelle Alang dengan tegar memikul peti jenazah memindahkan dari tempat persemayaman hingga menaiki speedboat yang hendak digunakan mengantar jenazah serda Miskel Rumbiak.
Keluarga sersan dua Miskel Rumbiak mengaku pasrah anggota keluarga mereka gugur saat melaksanakan tugas di Maybrat, keluarga hanya berharap pelaku penyerangan bisa segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Serda Miskel Rumbiak orang tuanya di Friwen. Jenazah dipulangkan ke Friwen. Saya mau bicara apa selain menyerahkan kepada Tuhan, ini tugas. Semoga pelaku penembakan segera ditangkap,” ungkap Imanuel Rumbiak salah satu kerabat almarhum. Jumat, (21/01/22).
Sementara empat prajurit TNI lainya, yakni serda Darusman, prada Aziz, prada Abraham yang mengalami tiga luka tembakan dan prada Odeng dari Batalyon Zipur 20 Pawbili Pelle Alang Kamis sore (20/01/2022) telah dievakuasi guna menjalani perawatan intensif di rumah sakit terapung KRI dr. Soeharso 990 yang saat ini berlabuh di pelabuhan Sorong.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, dalam siaran persnya Jumat,(20/01/2022) menyatakan, Panglima beserta keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari berduka atas wafatnya serda Miskel Rumbiak saat mendapat serangan oleh kelompok separatis teroris Maybrat. Dijelaskan, Pangdam Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa juga mengutuk keras para pelaku penyerangan lima prajurit TNI saat melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Sebelumnya, serda miskel Rumbiak bersama empat rekannya/ prajurit Yon Zipur 20/ PPA diserang saat sedang membangun sarana jembatan penyeberangan satu-satunya akses penghubung antara kampung Fan Khario dan kampung Kamat di distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat sehingga menyebabkan 1 prajurit tewas dan 4 prajurit lainnya mengalami luka serius.
Kodam XVIII/Kasuari menduga kelompok penyerang lima prajurit Yonzipur 20/PPA berasal dari kelompok yang sama yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang masuk dalam daftar pencarian orang pasca penyerangan pos koramil persiapan di kampung Kisor pada September 2021 lalu. [jas]




