
KOTA SORONG,BeritaAktual.co- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya membina 214 Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) 2024, yang berasal dari 5 kabupaten 1 Kota.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari terhitung tanggal 31 Juli-02 Agustus 2024 menghadirkan pemateri dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) . Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memaparkan berbagai arahan sebelum diberangkatkan ke kota studi masing-masing.

Koordinator program beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) Maria Magdalena Resubun menuturkan 214 siswa-siswi program Adik tersebut berasal dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambarauw, Maybrat dan Raja Ampat.
“Ada keterwakilan dari setiap kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat Daya, tetapi kuota peserta atau siswanya berbeda-beda dari setiap daerah,jadi mereka sudah diberangkatkan mulai hari ini (02/08) adapun sebenarnya beberapa yang sudah diberangkatkan karena perkuliahan ada yang sudah mulai” katanya.
Ia menjabarkan jumlah siswa yang murni yang lulus tes program Adik diantaranya, Kota Sorong 36 siswa, Kabupaten Sorong 31 siswa, Kabupaten Tambrauw 18 siswa, Kabupaten Sorong Selatan 29 siswa, Kabupaten Maybrat 9,Kabupaten Raja Ampat 46 siswa dan Provinsi Papua Barat Daya 16 siswa.
” Jadi setelah dibuka yang mendaftar di Provinsi Papua Barat Daya selain 5 Kabupaten dan 1 Kota tadi sebanyak 100 peserta/siswa dan yang mengembalikan sebanyak 58 siswa serta yang berhasil dan dinyatakan lolos dari 58 siswa tadi 16 orang yang saat ini telah mengikuti pelatihan dan siap diberangkatkan” tambah Magdalena.
Sementara Tambahan dari siswa Adem ke Adik 29 siswa .Jadi total keseluruhan sebanyak 114 siswa yg akan tersebar di 26 provinsi dan 96 universitas negeri dan swasta di indonesia.
Dia juga menjelaskan 2024 menjadi tahun kedua bagi Provinsi Papua Barat Daya untuk mengirimkan peserta Adem dan Adik, setelah melalui berbagai tahapan dan tes yang langsung turut dinilai oleh Kemendikbud Ristek.
“Untuk Adem dan Adik ini yang diutamakan yakni anak-anak yang orang tuanya kurang mampu, tetapi secara akademis mereka unggul,tentunya setelah melewati berbagai tahapan tes dan penilaian dari berbabagai sektor termasuk nilai akademis dan prestasi serta karakter” katanya lagi.(ary)







