
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
AMBON, BeritaAktual.co – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengaku, jika sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi di Kota Ambon, yang berbasis jasa dan perdagangan.
Olehnya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengelontorkan bantuan modal usaha bagi 500 UMKM. Ini dilakukan sebagai bentuk komitmen, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah lewat sektor UMKM.
“Kenapa kita memilih memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM? Karena bagi Pemkot Ambon, UMKM adalah penopang utama pertumbuhan ekonomi di Ambon. UMKM membuat kota ini tetap konsisten, dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Wattimena kepada wartawan, di Ambon, Selasa (29/7/2025).
Dia menyebut, jika bantuan modal ini bertujuan agar para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, dan secara langsung meningkatkan pendapatan.
“Kalau usahanya berkembang, maka otomatis penghasilannya naik. Ini bisa mengurangi angka pengangguran, menurunkan tingkat kemiskinan, dan bahkan mengeluarkan mereka dari status keluarga prasejahtera,” ujarnya.
Wattimena mengaku, program ini juga bagian dari strategi literasi dan inklusi keuangan. Penyalurannya akan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Dimana setiap penerima bantuan akan langsung dibuatkan rekening.
“Ini juga cara kita mengajarkan masyarakat soal sistem keuangan, agar pelaku usaha terbiasa dengan transaksi perbankan,” ujarnya.
Menurut Wattimena, sumber pendanaan bantuan ini berasal dari APBD Kota Ambon, dengan target sekitar 500 pelaku usaha.
Namun, Pemkot Ambon tetap melakukan verifikasi ketat, untuk memastikan hanya pelaku UMKM yang memenuhi syarat yang menerima bantuan.
“Kita tidak sembarang kasih. Dinas Koperasi akan verifikasi di lapangan. Harus punya NIB. Kalau tidak punya, ya tidak bisa kita bantu,” tegasnya.
Tak hanya bantuan modal, Pemkot Ambon juga akan memberikan etalase-etalase kepada pelaku UMKM, khususnya pedagang makanan, untuk menunjang kebersihan dan higienitas produk dagangan.
“Banyak yang jualan kue masih pakai baki, ditutup plastik. Kita bantu etalase, agar lebih higienis dan menarik,” tandas Wattimena.




