
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kota Ambon, Ronald Lekransy.
AMBON, BeritaAktual.co – Call Center 112 Kota Ambon kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan, dalam memberikan layanan kedaruratan bagi masyarakat.
Dalam kurun waktu tiga bulan, mulai dari September hingga November 2025, sebanyak 325 laporan darurat berhasil ditangani oleh pusat layanan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kota Ambon, Ronald Lekransy mengungkapkan, data ini dalam rilis resminya yang diterima media ini, di Ambon, Kamis (27/11/2025).
Ia menekankan, bahwa angka ini mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap layanan 112,sebagai kanal aduan yang cepat dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi genting.
“Sebanyak 325 laporan kedaruratan telah dilayani oleh Call Center 112 sepanjang periode September hingga November 2025. Ini menunjukkan, bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya layanan ini dalam situasi darurat,” ujar Lekransy.
Dia kemudian merinci lima kategori kejadian yang telah ditangani oleh Call Center 112 selama periode tersebut:
1. Darurat Medis: 110 laporan
2. Darurat Keamanan dan Ketertiban: 122 laporan
3. Darurat Bencana: 30 laporan
4. Darurat Lain-lain: 52 laporan
5. Permintaan Mobil Jenazah: 11 laporan
Lekransy menjelaskan, bahwa beragamnya jenis laporan yang masuk menunjukkan bahwa layanan 112 tidak hanya menangani insiden medis atau kriminal, tetapi juga merespons permintaan logistik darurat hingga bantuan mobil jenazah. Hal ini membuktikan fleksibilitas dan cakupan layanan yang luas dari Call Center 112.
Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Sirimau mencatat jumlah permintaan layanan darurat tertinggi, dibandingkan kecamatan lainnya di Kota Ambon:
– Kecamatan Sirimau: 165 laporan
– Kecamatan Nusaniwe: 18 laporan
– Kecamatan Teluk Ambon: 18 laporan
– Kecamatan Baguala: 13 laporan
– Kecamatan Leitimur Selatan: 0 laporan
Menurut Lekransy, tingginya jumlah laporan dari Kecamatan Sirimau sejalan dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi, serta aktivitas ekonomi yang lebih intensif, dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kota Ambon. Kondisi ini membuat potensi terjadinya insiden darurat juga lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, Lekransy kembali mengimbau masyarakat Kota Ambon, untuk memanfaatkan Call Center 112 secara bijak, dan sesuai dengan kebutuhan darurat yang sebenarnya.
Ia juga menekankan, bahwa layanan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, untuk memastikan bahwa setiap kejadian dapat ditangani dengan lebih cepat dan tepat.
“Kami berharap masyarakat dapat menggunakan layanan ini dengan bertanggung jawab. Jangan menyalahgunakan layanan 112,untuk hal-hal yang tidak darurat, sehingga layanan ini dapat benar-benar efektif membantu mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.
Dengan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan informasi, Ronald berharap, Call Center 112 dapat semakin menjadi andalan masyarakat, dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan.




