
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sukses menyelenggarakan acara penutupan Lomba Cerita Rakyat tingkat SMP dan SMA/SMK se-Provinsi Papua Barat Daya. Acara ini berlangsung meriah di salah satu hotel di kota Sorong Senin, 1 Desember 2025.
Lomba ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari 12 siswa SMP dan 8 siswa SMA/SMK dari berbagai sekolah di Papua Barat Daya.
Marthen lek, Kepala Bidang Kebudayaan Pendidikan Papua Barat Daya, menyampaikan lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, mengembangkan minat baca, meningkatkan rasa cinta terhadap budaya, serta memotivasi peserta untuk menggali kembali kekayaan budaya daerah.
“Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan peserta dalam menguasai panggung dan cerita, tanpa mengubah esensi cerita rakyat dari masing-masing suku atau daerah,” ujarnya.

Berikut adalah Nama-nama Pemenang Lomba Kategori SMP:
– Peringkat I: Lili L Sreifi (SMP YPK Pengharapan) – Nilai 3400
– Peringkat II: Darrel N.J. Tlanne (SMPN 6 Kota Sorong) – Nilai 2970
– Peringkat III: Abinal R. Isir (SMP YPK Imanuel Jitmau) – Nilai 2955
– Peringkat IV: Miracle E.W. Kareni (SMPN 6 Kota Sorong) – Nilai 2935
– Peringkat V: Petrosina Daam (SMP YPK Alfa Omega Raja Ampat) – Nilai 2928
Kategori SMA/SMK:
– Peringkat I: Dimas Esa Eldio Meyle (SMA N.1 Teminabuan) – Nilai 2941
– Peringkat II: Maryam Mambraku (SMK N.2 Raja Ampat) – Nilai 2906
– Peringkat III: Keti Ketura Asmuruf (SMK Negeri Ayamaru) – Nilai 2876
– Peringkat IV: Nur Sakinah Amri (SMK Negeri 1 Sorong) – Nilai 2820
– Peringkat V: Jelita Retraubun (SMA Negeri 1 Teminabuan) – Nilai 2813
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya menyampaikan, bahwa lomba cerita rakyat ini merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi dinas pendidikan, khususnya bidang kebudayaan.
Ia berharap lomba ini dapat menumbuhkan minat baca di kalangan siswa SMP, SMA, dan SMK, serta mendorong mereka untuk mendokumentasikan cerita-cerita rakyat dari daerah masing-masing.
“Ini bagian daripada kita menumbuhkan semangat anak-anak generasi sekarang, bagaimana mereka terus menulis, membaca tentang cerita rakyat yang ada di Papua Barat Daya ini,” pungkasnya.







