
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Peringatan bagi kita semua untuk bijaklah bila membuat konten dan disebarluaskan ke Media Sosial, sebab bisa berdampak hukum, bila kemudian konten tersebut merasakan, bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Hal inilah yang dialami oleh pihak Supermarket Papua dan Supermarket Gota. Pasalnya, pemilik Akun Raam Saputro memposting atau membagikan konten dengan menambah narasi pada judul. Konten tersebut, bisa memicu konflik SARA.
Dalam konten video itu, Pemilik Akun Raam Saputro menuliskan judul, “Wanita ini kaget melihat kotak donasi di Supermarket Papua beda agama tapi yang dimasukkan malah struk bukan uang”.
Kuasa hukum Supermarket Papua dan Gota Supermarket, M. Husni Seether mengatakan, pemilik akun Raam Saputro memposting sebuah konten yang di upload ke media sosial dalam hal ini Facebook berupa video.
“Video yang diupload tersebut menimbulkan keresahan, sebab memunculkan pendapat multitafsir dari masyarakat. Video tersebut jika kita amati itu terkait dengan kotak yang disediakan disediakan buat bantuan sosial yang disediakan oleh Supermarket Papua buat rumah ibadah,” kata Husni saat memberi keterangan pers di GOTA Food Court Supermarket, Senin (22/12/2025).
Menurut Husni, kotak donasi untuk rumah ibadah berbeda agama sudah ada sejak lama di sediakan oleh pihak Supermarket Papua dan Gota.
“Yang ingin kami sampaikan saat ini bahwa kotak donasi-donasi tersebut itu sudah ada sejak lama mulai dari Jupiter supermarket. Nah ini kami tegaskan bahwa kenapa ada perbedaan kotak-kotak itu sesuai dengan agama masing-masing karena target terakhir dari donasi ini adalah pada rumah-rumah ibadah. Jadi jelas keperluan kita untuk memisahkan sesuai dengan agama masing-masing,” kata Husni.
Manajemen Supermarket Papua, lanjut dia, menyediakan kotak donasi di pintu utama tidak ada tendensi apapun apalagi unsur SARA. Dikatakan, pihak manajemen Supermarket Papua sengaja membedakan, karena tujuan donasi untuk rumah ibadah. Secara utuh, pemberi donasi juga sukarela sesuai dengan kepercayaan masing-masing bisa mendonasikan, karena memang target kita itu donasi ini tidak disasar ke mana-mana, namun hanya ditujukan buat rumah ibadah. Dengan dijejerkan kotak donasi dengan gambar rumah ibadah setiap agama akan memudahkan memberi donasi sesuai dengan kepercayaan yang diyakini oleh masing-masing pengunjung.
“Kotak donasi itu sudah barang tentu harus dipisah-pisah agar penyumbang bisa mendonasikan sebagian rezekinya itu sesuai dengan kepercayaan yang dimiliki. Ketika pengunjung memutuskan untuk memberikan donasi secara sukarela,” kata Husni menerangkan.
Sekali lagi, sambung Husni, manajemen supermarket tidak ada tendensi untuk menciptakan keseruan terkait dengan Rasis.
Pemilik Akun Raam Saputro ini, kata Husni, memuat konten tanpa melakukan verifikasi guru dan menayakan kepada manajemen Supermarket Papua apakah alasan ada pemetaan kotak donasi itu sesuai agama masing-masing.
“Dia tanpa klarifikasi, tiba-tiba saja yang bersangkutan mengupload di sosial media. Targetnya konten kreator ini kan hanya untuk mencari follower, tanpa melihat nanti efek samping,” kata Husni menegaskan.
Kuasa hukum Papua Supermarket dan Gota Supermarket memberi waktu dalam 1 x 24 jam buat pemilik akun Raam Saputro untuk mencabut atau takedown video tersebut, serta meluruskan konten yang telah diposting. Bila sampai waktu yang ditentukan tidak digubris, maka kami akan menempuh upaya hukum.
“Kami sampaikan 1 x 24 jam rem Saputro harus segera mencabut atau take down postingannya. Bila tidak digubris, maka akan melayangkan laporan polisi ” kata Husni memberi peringatan. Konten video yang diupload itu, Husni tambahkan, memuat unsur dugaan sebarang kebencian, karena kami melihat dari efek yang muncul setelah konten video upload.







