
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Aktivis dan Pegiat Anti Korupsi, Andrew Warmasen menduga jika jatah tenaga Honorer Daerah di Pemerintah Kota Sorong sebanyak 546 orang “diambil” oleh “penumpang gelap” saat mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil di Kota Sorong.
Andrew mengaku mengantongi data orang yang tidak pernah honor atau mengabdi di pemerintah kota Sorong, namun justru lolos sebagai CPNS.
Menurutnya sudah sangat jelas dalam surat Pengumuman Wali Kota Sorong Nomor: 800.1.2.2/4170/2025 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Aparatur Sipil Negara Dari Tenaga Honorer dengan Menggunakan Kebutuhan Tahun 2021, di Lingkungan Pemerintah Kota Sorong.
“Sudah sangat jelas di pengumuman Wali Kota Sorong, bahwa yang ikut seleksi hanya Tenaga Honorer sejak tahun 2021. Namun kenyataannya tidak demikian, justru ada yang bukan tenaga honorer malah tembus CPNS,” ujar Andrew Warmasen.
Ironisnya, Ia mendengar “kabar angin” bahwa untuk menjadi CPNS harus membayar puluhan bahkan ratusan juta, kepada oknum agar yang bersangkutan dapat diterima sebagai CPNS.
“Yang parahnya ada kabar angin, yang masuk CPNS ini mereka diduga bayar puluhan juta bahkan ratusan juta kepada oknum. Tapi ini masih kabar angin ya. Masih dugaan ya, benar atau tidak,” tutur Andrew Warmasen.
Jika hal ini benar terjadi lanjut Andrew, ada indikasi dugaan praktik korupsi dan nepotisme. Ia meminta agar Aparat Penegak Hukum melakukan pemeriksaan terkait hal itu. Ia juga meminta Wali Kota untuk melakukan seleksi ulang agar tidak melahirkan seorang abdi negara yang asal-asalan yang penting terima gaji bulanan.
“Kalau ini benar terjadi maka sangat disayangkan sekali. Bagaimana jika yang sudah mengabdi menjadi tenaga honor bertahun-tahun di Pemkot Sorong, kemudian yang bersangkutan tidak bisa membayar oknum tersebut untuk lolos CPNS, inikan pemerasan secara halus, tapi semua ini kami masih menduga seperti itu,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Andrew juga mengaku memiliki data oknum yang mendaftar CPNS diduga menggunakan Ijazah Palsu.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Sorong. Robert Asmuruf belum dapat dimintai keterangan.
Saat wartawan media ini mendatangi kantor BKPSDM Kota Sorong pada Jum’at 09 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIT, salah satu pegawai mengaku jika yang bersangkutan lagi ke luar kantor.
“Maaf Pak saya sudah hubungi sekprinya tapi katanya Bapak tidak balik ke kantor karena kalau tidak salah ada kegiatan natal,” tutur salah satu pegawai.







