
Lapas Kelas III Wahai berhasil memanen tomat sebanyak dua kilogram dari lahan pertanian, Selasa (20/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai berhasil memanen tomat sebanyak dua kilogram dari lahan pertanian, yang dikelola secara mandiri di lingkungan pemasyarakatan, Selasa (20/1/2026). Hasil panen langsung diolah di dapur Lapas, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari Warga Binaan.
Program pertanian yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga sebagai sarana pembekalan keterampilan bercocok tanam bagi Warga Binaan.
Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan internal Lapas, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya,
mengungkapkan, penggunaan hasil panen, untuk kebutuhan sehari-hari merupakan bentuk optimalisasi dari program pembinaan yang telah berjalan rutin.
“Meskipun jumlah yang dipanen masih terbatas, nilai edukatif dan manfaat praktis dari kegiatan ini sangat berarti. Selain membantu kebutuhan dapur, kami juga bisa menanamkan rasa tanggung jawab, dan kemandirian pada setiap Warga Binaan,” jelasnya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan program ini ke depannya.
“Kami terus mendorong partisipasi aktif Warga Binaan, dalam berbagai kegiatan kemandirian, termasuk pertanian. Rencananya, kami akan menambah jenis tanaman dan memperluas lahan, agar hasil panen bisa lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian yang dicapai Lapas Wahai.
Menurutnya, program pembinaan melalui sektor pertanian adalah, langkah strategis yang memberikan dampak positif ganda.
“Saya sangat senang melihat, bahwa kegiatan ini tidak hanya menghasilkan makanan yang bergizi, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bisa digunakan, setelah mereka kembali berintegrasi dengan masyarakat nantinya,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari seluruh pihak, dia berharap, program pertanian dan berbagai kegiatan kemandirian lainnya dapat terus berjalan dengan baik, dan menjadi bagian penting dari proses pembinaan, yang memberikan dampak jangka panjang bagi Warga Binaan.




