Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Maluku

  • Maluku

Rahakbauw: Pemprov Maluku Perlu Rampingkan OPD Guna Hemat Anggaran

Q Senin, 2 Februari 2026 2 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
image_search_1769956643298~2

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw. Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bekerja sama dengan DPRD Provinsi gencar mendorong penyempurnaan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan dasar utama meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah.

“Hal ini dibahas dalam rapat kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Maluku, terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang akan mengubah Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Maluku untuk yang kedua kalinya,” beber Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw kepada wartawan, di Ambon, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, prinsip penghematan anggaran harus diterapkan sejak tahap perencanaan program, sehingga evaluasi terhadap rancangan program dan penetapan anggaran satuan biaya menjadi hal yang tidak bisa diabaikan, agar pengeluaran daerah lebih tepat sasaran.

“Kita bergerak dalam rangka efisiensi anggaran. Semua perencanaan harus dibangun dengan landasan hemat biaya. Oleh karena itu, kita lakukan penyesuaian ulang terhadap program yang akan dilaksanakan, beserta penetapan harganya,” ungkapnya.

Proses evaluasi ini juga mengambil pembelajaran dari praktik yang telah diterapkan di Provinsi Bali. Dari hasil studi yang dilakukan, ditemukan bahwa sejumlah program yang awalnya berdiri sendiri kemudian digabungkan dan dirampingkan, agar lebih fokus serta mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

Menurut Richard, Provinsi Bali telah beberapa kali melakukan perbaikan sistem perencanaan melalui evaluasi yang berkelanjutan, termasuk menerapkan sistem sertifikasi pada program-program tertentu untuk menjamin kualitasnya. Model kerja yang diterapkan di sana dinilai layak dijadikan contoh bagi Maluku.

“Di Bali, upaya penyempurnaan telah dilakukan berkali-kali. Fokus utama mereka bukan pada banyaknya program yang diluncurkan, melainkan bagaimana setiap program benar-benar dapat memberikan manfaat melalui pembinaan yang intensif, dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sejalan dengan prinsip efisiensi tersebut, Pemprov Maluku mengusulkan perampingan jumlah unit OPD dalam revisi Perda yang sedang dibahas. Dalam rancangan perubahan tersebut, jumlah Badan Daerah akan dikurangi dari sembilan menjadi delapan.

Sementara itu, jumlah dinas daerah akan diperkecil dari 24 menjadi 18 unit melalui proses penggabungan fungsi. Di lingkungan Sekretariat Daerah, jumlah biro juga diusulkan berkurang dari sembilan menjadi delapan, dengan cara menggabungkan urusan yang memiliki keterkaitan erat.

“Perubahan struktur ini dilakukan dengan menggabungkan urusan pemerintahan, yang memiliki karakteristik serupa, dan saling terkait dalam penyelenggaraannya,” sebut Rahakbauw.

Dia menyebut, penggabungan tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan ketentuan maksimal tiga urusan pemerintahan dapat digabungkan, dalam satu perangkat daerah.

Richard menegaskan, bahwa langkah perampingan struktur ini tidak hanya bertujuan memangkas jumlah unit kerja, tetapi lebih kepada menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan mampu merespons kebutuhan pembangunan daerah dengan baik.

“Kami berharap, pendekatan ini dapat menjadi fondasi penguatan perencanaan pembangunan daerah, di mana kualitas pelayanan publik tetap terjaga dengan baik, sekaligus mampu mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada,” tandasnya.

Lebih lanjut Rahakbauw menambahkan, ranperda tentang perubahan susunan perangkat daerah ini akan terus melalui proses pembahasan bersama pihak pemerintah daerah, sehingga diperoleh rumusan akhir yang sesuai dengan prinsip efisiensi, efektivitas, serta tetap mematuhi semua regulasi yang berlaku.

Tentang penulis

Rahakbauw: Pemprov Maluku Perlu Rampingkan OPD Guna Hemat Anggaran 2 avatar user 22 1768114604

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Wawali Ambon Hadiri Tradisi 31 Januari di Tanah Putih
Next: DPRD Maluku Gelar Pengawasan Mulai 3 Februari

Related News

Screenshot_2026-03-04-11-24-25-751_com.android.chrome
2 min read
  • Maluku

Watubun: Bentrok Pemuda Ancam Masa Depan Malra

Q Senin, 30 Maret 2026
IMG_20260328_140131_138-1536x1152~2
2 min read
  • Maluku

Mony Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya Pukul Sapu Lidi

Q Senin, 30 Maret 2026
IMG_20260328_140131_138-1536x1152
2 min read
  • Maluku

Reza Mony Usul Kapitan Tulukabessy Jadi Pahlawan Nasional

Q Sabtu, 28 Maret 2026

Berita lainnya

IMG-20260501-WA0062
2 min read
  • Daerah

Wawali Ambon Soroti Peran Tarekat Maria Mediatrix Jelang Satu Abad Pelayanan

Q Jumat, 1 Mei 2026
Screenshot_2026-05-01-18-46-30-816_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Wali Kota: May Day Momentum Perjuangkan Kesejahteraan

Q Jumat, 1 Mei 2026
IMG-20260501-WA0044
2 min read
  • Daerah

Perkuat Kualitas SDM Sektor Pertambangan di Wetar, BKP-BTR Cetak 15 POP

Redaksi Jumat, 1 Mei 2026
IMG_7b985349-48ce-4178-912e-a42d746a013f
2 min read
  • Daerah

Watubun: Hari Buruh Harus Jadi Momentum Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Q Jumat, 1 Mei 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d