Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Maluku

  • Maluku

DPRD Maluku Minta Perlakuan Khusus untuk Anggaran Infrastruktur

Q Selasa, 10 Februari 2026 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
image_search_1769653352913~2

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa. Foto-Ist/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Komisi III DPRD Provinsi Maluku telah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Jakarta, guna menyampaikan aspirasi terkait kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, yang dinilai belum berpihak pada wilayah kepulauan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa menegaskan, karakteristik khusus Provinsi Maluku perlu diperhatikan, agar tidak memperlebar ketimpangan pembangunan dengan daerah daratan.

Johan menjelaskan, bahwa meskipun kebijakan efisiensi anggaran diterapkan secara nasional, kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan tidak dapat disamakan dengan wilayah lain.

“Luas wilayah laut kita jauh lebih besar dibanding daratan, sehingga biaya pembangunan infrastruktur seperti jembatan, pelabuhan, dan jalan raya juga jauh lebih tinggi. Jika kebijakan disamaratakan, pembangunan di Maluku akan terus tertinggal,” ujar Johan, saat dihubungi dari Ambon, Selasa (10/2/2026).

Ketergantungan yang tinggi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu alasan utama, dampak langsung dari setiap pemangkasan anggaran terhadap pembangunan daerah.

Menurut Johan, DPRD memiliki kewajiban politik untuk memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat Maluku, bukan hanya menerima kebijakan yang ditetapkan pusat begitu saja.

“Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan menunggu. Jika tidak aktif memperjuangkan, maka pembangunan akan terhenti di tempat. Semua elemen di daerah harus bersinergi, untuk menguatkan posisi kita saat berdialog dengan pemerintah pusat,” ucapnya.

Selain masalah kebijakan anggaran, Johan juga mengungkapkan kekhawatiran, terkait lemahnya koordinasi dalam perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Hal ini, katanya, berpotensi membuat usulan anggaran infrastruktur yang diajukan tidak memiliki dasar data yang terpadu dan terukur, sehingga melemahkan posisi tawar Maluku.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari dinas terkait hingga pemerintah daerah kabupaten/kota, untuk menyatukan data dan menyelaraskan program pembangunan. Dengan demikian, setiap usulan yang kita ajukan ke pusat akan memiliki landasan yang kuat dan dapat dipercaya,” tambahnya.

Johan juga mengkritisi permasalahan administratif yang seringkali menghambat pelaksanaan proyek infrastruktur di daerah.

Batas waktu pelaksanaan yang tidak fleksibel dan aturan teknis yang kurang adaptif kerap menyebabkan proyek yang sudah mulai dikerjakan harus terhenti, yang pada akhirnya merugikan daerah secara finansial dan mengganggu progres pembangunan.

“Sangat disayangkan ketika proyek sudah berjalan tapi harus dihentikan, hanya karena batas waktu tidak bisa diperpanjang. Ini menunjukkan bahwa aturan teknis pelaksanaan anggaran perlu segera dievaluasi, agar lebih mendukung pembangunan di daerah,” ujarnya.

Johan juga menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur di Maluku harus menjangkau seluruh wilayah provinsi secara merata, bukan hanya terpusat di Kota Ambon.

Ia berharap, pemerintah pusat dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dan memberikan perlakuan khusus bagi daerah kepulauan, dalam penyusunan kebijakan anggaran infrastruktur.

“Keadilan pembangunan harus benar-benar terealisasi. Jika pusat sungguh-sungguh ingin percepatan pembangunan di daerah terpencil dan kepulauan, maka perlu ada kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi lokal kita,” tegas Johan.

Tentang penulis

DPRD Maluku Minta Perlakuan Khusus untuk Anggaran Infrastruktur 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Inpres Jalan Daerah di Maluku Harus Lewat Jalur Provinsi
Next: Pemkot Ambon Siapkan Hiasan Lebaran dan Imlek, Ini Tujuannya

Related News

Screenshot_2026-03-04-11-24-25-751_com.android.chrome
  • Maluku

Watubun: Bentrok Pemuda Ancam Masa Depan Malra

Q Senin, 30 Maret 2026
IMG_20260328_140131_138-1536x1152~2
  • Maluku

Mony Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya Pukul Sapu Lidi

Q Senin, 30 Maret 2026
IMG_20260328_140131_138-1536x1152
  • Maluku

Reza Mony Usul Kapitan Tulukabessy Jadi Pahlawan Nasional

Q Sabtu, 28 Maret 2026

Berita lainnya

IMG-20260628-WA0006
seorang perempuan beserta barang bukti ganja seberat 597 gram (Foto/istimewa)
  • Metro

Satresnarkoba Polresta Sorong Kota berhasil amankan Pelaku Seorang perempuan Bawa 597 Gram Ganja

Marni Minggu, 28 Juni 2026
IMG-20260627-WA0029
Polda papua barat daya ungkap 27 kasus 3C di bulan mei dan juni (Foto/Mei)
  • Hukrim

Polda Papua Barat Daya Ungkap 27 Kasus Kejahatan 3C Selama Mei-Juni 2026

Marni Sabtu, 27 Juni 2026
20260627_150912
Penutupan kegiatan audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) tahun 2026 (Foto/Mar)
  • Pendidikan

Empat Peserta Terpilih Perwakilan PBD ,Siap Tampil di Istana Negara 

Marni Sabtu, 27 Juni 2026
IMG-20260627-WA0001
Pelantikan badan pengurus lKMF Kota Sorong Periode 2026-2029 (Foto/Mar)
  • Metro

Herman Hebong Kembali pimpin Pengurus IKMF Kota Sorong Periode 2026–2029 

Marni Sabtu, 27 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d