
Lapas Kelas III Wahai mengambil langkah preventif dengan melakukan tes urine terhadap seorang tahanan baru, Rabu (11/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengambil langkah preventif dengan melakukan tes urine terhadap seorang tahanan baru, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan, untuk memastikan lingkungan lembaga tetap bebas dari narkoba, dan menjaga ketertiban serta kondusivitas menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan wajib bagi setiap tahanan yang baru masuk, tes urine ini dipimpin langsung oleh petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti.
Menurutnya, pemeriksaan ini bukan hanya untuk mendeteksi keberadaan zat terlarang, tetapi juga untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan warga binaan, dalam keadaan prima sebelum menjalani masa pembinaan.
“Hasil tes yang keluar menunjukkan negatif, untuk semua jenis zat terlarang. Kami sangat bersyukur, karena ini menjadi fondasi yang baik, untuk menjaga lingkungan Lapas tetap bersih dari pengaruh narkoba. Langkah ini juga menjadi bentuk perlindungan bagi tahanan baru sendiri, agar tidak terjerumus ke dalam masalah yang lebih kompleks,” jelas Fitri.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung gerakan nasional pemberantasan narkoba.
“Kami mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik menjelang Ramadan, di mana suasana yang damai dan kondusif sangat diperlukan. Tes urine ini selaras dengan pelaksanaan program Warga Binaan Bersih Narkoba (Warna Benar) serta merupakan salah satu dari 15 Program Aksi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk Tahun 2026,” ucapnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyambut baik langkah yang diambil oleh Lapas Wahai.
Ia menilai, konsistensi dalam melakukan tindakan preventif seperti ini menjadi kunci keberhasilan dalam melindungi lingkungan pemasyarakatan dari ancaman narkoba.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim Lapas Wahai yang tidak pernah lengah dalam menangani isu sensitif ini. Tes urine terhadap tahanan baru adalah langkah awal yang tepat untuk memastikan tidak ada celah bagi peredaran gelap zat terlarang di dalam Lapas. Ini juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap program Warna Benar dan visi Ditjenpas untuk membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik,” ungkap Ricky.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Wahai menunjukkan tekad yang bulat untuk menciptakan ruang pembinaan yang aman, sehat, dan berintegritas.
Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat mendukung penuh kebijakan nasional dalam membangun masyarakat yang bebas dari pengaruh zat terlarang.




