
Konferensi pers capaian 17 program prioritas, di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Jumat (20/2/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengaku, pengangguran dan kemiskinan masih menjadi permasalahan terbesar yang harus dihadapi.
Hal ini disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam konferensi pers capaian 17 program prioritas bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta, di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Jumat (20/2/2026).
Bodewin menegaskan, persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan cara membuka formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau menyediakan posisi tenaga honorer.
Kapasitas pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja sangat terbatas, mengingat perekrutan aparatur negara tidak dilakukan setiap tahun, sementara jumlah orang yang mencari pekerjaan terus mengalami peningkatan.
“Lapangan kerja tidak bisa hanya bergantung pada sektor pemerintah. Formasi yang tersedia sangat terbatas, namun kebutuhan akan kesempatan kerja di tengah masyarakat sangat luas,” ujarnya.
Untuk itu, Wali Kota menyatakan, bahwa solusi paling nyata untuk menekan angka pengangguran adalah, dengan memperluas peluang investasi di kota.
Pemkot Ambon, kara Wali Kota, berkomitmen memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan kepada para investor, yang ingin menanamkan modal, serta membangun usaha di wilayah Ambon.
Namun, ia menekankan tentang keamanan dan stabilitas kota merupakan prasyarat mutlak dalam menarik minat investor.
Menurutnya, pihak luar tidak akan mau berinvestasi jika kondisi kota dianggap tidak kondusif.
“Kondisi yang tidak aman akan membuat orang enggan datang untuk berinvestasi. Tanpa adanya investasi, maka tidak akan ada lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja,” tegas Bodewin.
Wali Kota juga mengungkapkan, bahwa tingginya arus migrasi pencari kerja dari berbagai kabupaten di Provinsi Maluku ke Ambon, menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka pengangguran di ibu kota provinsi, sekaligus menambah beban sosial bagi kota.
Ia berharap, pemerintah daerah lain di Maluku dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal masing-masing, sehingga kesempatan kerja tidak hanya terkonsentrasi di Kota Ambon.
“Setiap daerah memiliki potensi yang bisa digali, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun industri kecil dan menengah. Potensi tersebut perlu dikembangkan, agar masyarakat tidak harus hanya bergantung pada peluang di Ambon,” katanya.
Dia menyebut, Pemkot Ambon akan terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta menjaga stabilitas kota sebagai dasar utama, untuk menangani masalah pengangguran dan kemiskinan secara berkelanjutan.





