
KOTA SORONG,BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyalurkan bantuan hibah dari APBD Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025 kepada masyarakat pengelola homestay dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Kegiatan penyaluran ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 3 Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Sabtu (21/02/2026).
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata daerah membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga partisipasi masyarakat , khususnya pengelola homestay ,menjadi bukti nyata keterlibatan publik dalam menyiapkan infrastruktur pendukung pariwisata.
“Desain besar sudah kita lakukan. Pertama, kita menyiapkan infrastruktur. Karena pemerintah terbatas, maka kita ajak masyarakat. Pengelola homestay adalah bukti partisipasi masyarakat dalam mendukung kunjungan wisatawan,” ujarnya
Selain infrastruktur, Gubernur menekankan pentingnya promosi yang berkelanjutan melalui berbagai media dan keikutsertaan dalam pameran. Ia juga meminta peran aktif media untuk menyebarluaskan informasi potensi alam Papua Barat Daya, mulai dari wilayah pegunungan, lembah, hingga pesisir pantai, termasuk di daerah Tambrauw, Sorong Selatan, Maybrat, hingga Raja Ampat.
“Media punya peran penting untuk menyebarkan informasi tentang keindahan Papua Barat Daya. Ini penting kita dorong bersama,” tambahnya.
Gubernur juga menggarisbawahi tiga pilar utama kemajuan pariwisata, yakni keamanan, kebersihan, dan kualitas layanan. Menurutnya, destinasi wisata akan ramai dikunjungi apabila kondisi keamanan kondusif, lingkungan terjaga kebersihannya, serta didukung sumber daya manusia yang ramah dan profesional, termasuk pemandu wisata, pemilik homestay, dan pelaku kuliner lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi Nurdin Lamatenggo, menjelaskan bahwa pada tahun ini sebanyak 17 kelompok pengelola homestay menerima bantuan fasilitas. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan penginapan seperti tempat tidur dan kebutuhan makan-minum, panel surya untuk beberapa homestay, sarana transportasi berupa motor tempel, serta peralatan keselamatan.
“Bantuan ini tidak seragam, tetapi disesuaikan dengan usulan masing-masing homestay dan kondisi daerah wisatanya. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi stimulan bagi pengelola,” jelas Yusdi.
Ia menambahkan, program bantuan ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Ke depan, Pemprov berharap adanya kesinambungan melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta BUMN, mengingat jumlah homestay di Papua Barat Daya mencapai ratusan unit dan pengembangannya dilakukan secara bertahap.
Dalam aspek evaluasi, Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Asosiasi Homestay untuk memantau perkembangan jumlah tamu, lama menginap, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Selain pendampingan, promosi homestay akan terus dilakukan melalui berbagai event dan pameran.
Dengan dukungan infrastruktur, promosi yang masif, serta penguatan keamanan, kebersihan, dan kualitas layanan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya optimistis pariwisata berbasis masyarakat akan tumbuh pesat dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga setempat.(*/Mar)







