
KOTA SORONG ,BeritaAktual.co– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus berkomitmen mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan profesional. Melalui alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus), pemerintah daerah membiayai pendidikan enam putra terbaik daerah untuk menempuh pendidikan ilmu penerbangan atau sekolah pilot.
Kepala Biro Pemerintahan, Otsus, dan Kesra Setda PBD, Anhar Akib Kadar, S.STP., M.Si., membenarkan hal tersebut kepada awak media, Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan bahwa bantuan biaya pendidikan ini merupakan perhatian khusus dari Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang telah direalisasikan sejak tahun 2025.
“Tahun 2025 lalu, Gubernur Elisa Kambu memberikan bantuan biaya pendidikan sekolah pilot untuk 6 orang melalui dana OTSUS,” ujar Anhar.
Menurutnya, perkembangan terkini menunjukkan hasil yang membanggakan. Salah satu penerima beasiswa bernama Ibarat Sesa dikabarkan telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan siap menerbangkan pesawat jenis Boeing.
“Kami mendapat informasi terakhir ada siswa kami yang sudah menyelesaikan pendidikan sekolah pilotnya dengan jenis pesawat Boeing,”ucapnya
Untuk lokasi pendidikan para calon pilot ini tersebar di berbagai tempat. Sebagian besar menempuh pendidikan di Tangerang, ada yang berada di Banyuwangi, bahkan satu orang putra daerah asal Tambrauw sedang menuntut ilmu di Filipina.
Anhar menegaskan, langkah ini bukan sekadar mencetak tenaga ahli, melainkan investasi masa depan untuk konektivitas wilayah. Kehadiran pilot asli Papua diharapkan mampu membuka akses transportasi udara yang lebih baik bagi masyarakat di daerah terpencil.
Pemerintah berharap beasiswa yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin agar para penerima bisa segera menyelesaikan studi dan mengabdikan ilmunya.
“Harapan kami, bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik, segera dapat menyelesaikan pendidikannya, dan bisa segera mempraktekkan hasil pendidikannya dengan membawa pesawat yang melayani masyarakat di daerah-daerah pelosok tanah Papua,” jelasnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dari industri penerbangan nasional. Anhar meminta maskapai-maskapai penerbangan dapat memberikan kemudahan, baik dalam akses pendidikan maupun kesempatan kerja bagi putra-putri Papua Barat Daya.
“Kami memberikan dukungan kepada anak-anak kami khususnya orang asli Papua , bisa mengikuti pendidikan pilot. Bukan hanya yang jenis kecil, tapi yang diharapkan bisa juga membawa pesawat berbadan besar,” pungkasnya.(Mar)







