
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat pembukaan Persidangan Jemaat GPM Rumah Tiga ke-46 Tahun 2026, di gedung Gereja Cahaya Kemuliaan, Minggu (22/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menyatakan, bahwa Kota Ambon saat ini menghadapi serangkaian tantangan yang tidak ringan, mulai dari dampak dinamika geopolitik dunia hingga permasalahan sosial, yang ada di tingkat masyarakat lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat pembukaan Persidangan Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rumah Tiga ke-46 Tahun 2026, di gedung Gereja Cahaya Kemuliaan, Minggu (22/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak seluruh jemaat, untuk merenung dan bersyukur atas tiga hal utama yang menjadi berkah bagi masyarakat.
Pertama, kesempatan yang diberikan untuk dapat berkumpul dan bersekutu dalam rangkaian persidangan jemaat ini.
“Kedua, keberadaan firman Tuhan yang menjadi landasan, serta panduan hidup bagi setiap individu, dalam menjalankan panggilan dan tugas masing-masing,” kata dia.
Kemudian ketiga, semangat yang tinggi dalam melestarikan budaya lokal, yang terus hidup dan berkembang di tengah komunitas jemaat.
Menurutnya, unsur budaya seperti pertunjukan tarian tradisional dan nyanyian daerah yang diperagakan dalam acara tersebut bukan hanya sekadar hiburan, melainkan telah menjadi kekuatan yang efektif, untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama, dan memperkaya kehidupan berkomunitas di dalam gereja.
“Budaya bukan sekadar sesuatu yang diturunkan dari leluhur, melainkan menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kebersamaan antar warga,” jelas dia.
Namun demikian, di tengah rasa syukur yang melimpah, Wali Kota juga mengingatkan akan berbagai tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Di tataran internasional, ketegangan geopolitik antar negara, konflik yang masih berlangsung di beberapa belahan dunia, serta fenomena perubahan iklim yang semakin ekstrem telah memberikan dampak signifikan pada stabilitas distribusi pangan global, dan kestabilan ekonomi di berbagai negara, termasuk efek yang dirasakan hingga ke wilayah Ambon.

“Di tingkat nasional dan daerah sendiri, permasalahan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah, keterbatasan anggaran pembangunan, serta tantangan ekonomi yang masih dihadapi oleh banyak lapisan masyarakat,” sebut Wali Kota.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti trend peningkatan masalah sosial seperti angka kemiskinan yang perlu ditekan, keberadaan anak jalanan, perilaku pergaulan bebas, serta penyalahgunaan minuman keras yang dianggap dapat mengancam masa depan generasi muda Kota Ambon.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi yang telah menjadi ciri khas Kota Ambon, yang memiliki keragaman suku, agama, dan budaya ini.
“Ambon adalah rumah bagi kita semua tanpa memandang perbedaan. Oleh karena itu, tali persaudaraan yang telah terjalin harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.
Wali Kota menegaskan, untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kerja sama yang erat serta dukungan penuh dari gereja dan seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi antar semua pihak adalah kunci, untuk mengatasi berbagai masalah yang kita hadapi saat ini,” tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sendiri, lanjutnya, terus berupaya mendorong berbagai program pembangunan, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi keluarga melalui usaha mikro dan kecil, serta pembinaan karakter dan kapasitas generasi muda.
Namun demikian, ia mengajak seluruh jemaat, untuk tidak hanya menjadi pihak yang menerima manfaat, melainkan juga aktif terlibat dalam proses pembangunan daerah, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta memperkuat fondasi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Kota Ambon adalah milik kita bersama-sama. Jangan sampai perbedaan yang kita miliki menjadi alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, jadikanlah perbedaan tersebut sebagai kekuatan, yang mampu membangun kebersamaan yang lebih baik,” pungkasnya.
Persidangan Jemaat GPM Rumah Tiga ke-XLVI Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi seluruh jemaat untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat peran gereja dalam merespons berbagai tantangan zaman.
“Selain itu, saya berharap persidangan jemaat ini dapat memperkokoh kerja sama sinergis antara gereja dan pemerintah, dalam upaya membangun Kota Ambon yang lebih aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat,” harap Wali Kota.




