
Ratusan Warga Binaan bersama petugas Lapas Kelas III Wahai, berkumpul di Masjid At-Taubah, Rabu (25/2/2026), untuk menjalankan tadarus Al-Qur’an. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Bulan Ramadan membawa suasana kehangatan dan kebersamaan khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai.
Ratusan Warga Binaan bersama petugas berkumpul di Masjid At-Taubah, Rabu (25/2/2026), untuk menjalankan tadarus Al-Qur’an, sebuah aktivitas yang menghapus sekat antara pihak berwenang dan mereka yang sedang dalam masa pembinaan.
Dihadapan khalayak yang duduk melingkar, ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan penuh khusyuk. Tidak jarang terlihat petugas dan Warga Binaan saling membantu, dalam pelafalan dan tajwid, menunjukkan hubungan yang lebih erat seperti saudara seiman.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengungkapkan, bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda tetap yang dijalankan setiap hari selama bulan suci.
Menurutnya, pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari upaya rehabilitasi bagi Warga Binaan.
“Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mempererat tali persaudaraan. Kami ingin menciptakan lingkungan yang humanis, di mana setiap individu merasa diterima, dan mendapatkan bimbingan yang baik dalam mempelajari kitab suci,” ujar Tersih.
Selain tadarus, Lapas Wahai juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lain selama Ramadan seperti ceramah agama, pembagian takjil bersama, dan program pembinaan keterampilan.
Semua ini bertujuan, untuk membantu Warga Binaan merenungkan diri, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Kami berharap, melalui berbagai kegiatan ini, mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran agama, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang dapat mereka terapkan nantinya. Tujuan utama kami adalah, mencetak individu yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Tersih.
Proses pembelajaran dilakukan secara terstruktur dengan sistem bergiliran. Staf pembinaan Rahmatsyah Latif Ode menjelaskan, bahwa setiap kelompok mendapatkan pendampingan langsung dari petugas yang memiliki kompetensi dalam membaca Al-Qur’an.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga memastikan mereka memahami makna dari setiap ayat yang dibaca. Bagi teman-teman yang masih belum lancar, kami berikan pembelajaran secara intensif dengan penuh kesabaran agar mereka tidak merasa minder,” jelas Rahmatsyah.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperbaiki hubungan antara petugas dan Warga Binaan. Suasana yang tadinya cenderung formal kini berubah menjadi lebih akrab dan hangat, dengan saling memberikan dukungan dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Seorang Warga Binaan yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku merasa sangat terbantu, dengan program ini.
“Sebelumnya saya hanya bisa membaca Al-Qur’an secara kasar, tetapi sekarang saya belajar cara yang benar dan juga memahami maknanya. Ramadan tahun ini benar-benar berbeda karena ada banyak orang yang membantu saya,” ucapnya.




