
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon menggelar kegiatan sosialisasi keimigrasian bagi siswa, di SMA Negeri 1 Ambon, Selasa (10/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Upaya meningkatkan pemahaman generasi muda tentang aturan perjalanan internasional terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, melalui kegiatan sosialisasi keimigrasian bagi siswa, di SMA Negeri 1 Ambon, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan, untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dasar mengenai prosedur keimigrasian, serta risiko yang dapat terjadi jika bepergian ke luar negeri tanpa mengikuti aturan resmi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqy Taufan menjelaskan, sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan fungsi, dan peran imigrasi kepada generasi muda sejak dini.
“Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat antar negara, pemahaman tentang aturan keimigrasian menjadi hal yang penting dimiliki oleh setiap orang, termasuk para pelajar yang nantinya berpotensi melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri,” kata Eben.
Ia mengatakan, kurangnya pengetahuan mengenai prosedur resmi sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, untuk melakukan praktik perekrutan tenaga kerja secara ilegal.
Eben juga mengingatkan tentang bahaya penggunaan jalur tidak resmi atau yang dikenal sebagai “jalan tikus”, yang kerap dimanfaatkan oleh sindikat, untuk memberangkatkan pekerja secara nonprosedural.
“Karena itu, setiap proses keberangkatan ke luar negeri, terutama untuk bekerja, dilakukan melalui jalur resmi yang telah diatur pemerintah, seperti melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” ujar dia.
Selain itu, para siswa juga diingatkan pentingnya melapor ke perwakilan Indonesia di luar negeri, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia, apabila tinggal di luar negeri dalam jangka waktu tertentu.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Ambon, E. Laturiuw menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Ambon, atas inisiatif memberikan edukasi langsung kepada para siswa.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat, karena memberikan pemahaman yang lebih luas kepada pelajar mengenai berbagai aspek keimigrasian.
“Saya berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga para siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup, ketika kelak berhadapan dengan berbagai urusan keimigrasian, baik untuk pendidikan, pekerjaan, maupun aktivitas lainnya di luar negeri,” tutup dia.




