
Sidak gabungan di blok hunian Warga Binaan, Senin (16/3/2026) malam. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperketat pengamanan. Upaya ini diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak) gabungan di blok hunian Warga Binaan, Senin (16/3/2026) malam.
Sidak yang berlangsung pada pekan terakhir Ramadan tersebut, melibatkan personel Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-05 Wahai.
Langkah ini menjadi bagian dari peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, dan ketertiban menjelang Lebaran.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin sebagai implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Fokusnya mencakup pemberantasan narkoba, pencegahan penipuan, serta penertiban barang terlarang seperti handphone ilegal.
“Kami ingin memastikan, seluruh Warga Binaan dapat menjalani sisa Ramadan, dan merayakan Idulfitri dalam suasana aman dan damai,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh di kamar hunian Warga Binaan.
Selain menyasar barang terlarang, sidak juga bertujuan memastikan kesiapan layanan kunjungan, agar tetap aman dan tertib saat hari raya.
Hasil razia menunjukkan tidak ditemukan narkoba maupun handphone ilegal. Namun, petugas mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, yakni satu ikat pinggang, satu paku, satu kaca bulat, satu gunting kuku, dan satu korek api. Seluruh barang tersebut telah didata untuk selanjutnya dimusnahkan.
Personel Koramil 1502-05 Wahai, Sersan Kepala Hamim Baadila menyatakan, dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara TNI dan Lapas menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi kerawanan, khususnya menjelang Lebaran.
“Kami siap mendukung penuh Lapas Wahai agar keamanan tetap terjaga, baik di dalam maupun di luar lingkungan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan tenang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro mengapresiasi langkah proaktif, yang dilakukan Lapas Wahai.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Maluku, untuk konsisten melaksanakan sidak gabungan sebagai langkah deteksi dini.
“Ini adalah komitmen dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba, sekaligus menjamin keamanan pelayanan kepada masyarakat saat hari raya,” tegasnya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antar aparat penegak hukum, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah Maluku, termasuk Wahai, tetap terjaga, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.




