
Lapas Kelas III Wahai mengikuti kegiatan Persepsi Mentor secara virtual bersama Pusdikmin Polri, Selasa (31/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Upaya memperkuat tata kelola organisasi dan kepemimpinan berintegritas terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, melalui keikutsertaan dalam kegiatan Persepsi Mentor secara virtual bersama Pusat Pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Polri, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi lintas lembaga dalam pengembangan kompetensi manajerial, sekaligus bertujuan menyamakan persepsi antara mentor dan peserta pelatihan dari jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, termasuk Lapas Wahai.
Fokus utama kegiatan tersebut adalah, internalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang tangguh, jujur, dan inovatif sesuai standar yang ditetapkan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama, dalam memperkuat disiplin dan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kolaborasi dengan Pusdikmin Polri sangat penting, untuk membentuk mental kepemimpinan yang kuat. Kami ingin menciptakan pemimpin yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga tangguh secara manajerial,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya semakin memantapkan arah penguatan tata kelola organisasi ke depan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro, selaku mentor memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi langkah strategis, dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mengapresiasi kerja sama ini. Pola kepemimpinan dan kedisiplinan Polri sangat relevan untuk diadopsi. Saya berharap, peserta dapat mengikuti kegiatan ini secara serius demi terwujudnya tata kelola organisasi yang solid dan akuntabel,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Bagian Pendidikan dan Pelatihan Pusdikmin Polri, Fitri Syofiani, menjelaskan, penyamaan persepsi antara mentor dan peserta merupakan aspek krusial, dalam menjamin kualitas hasil pelatihan.
“Peran mentor sangat vital dalam membimbing peserta, agar mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif. Keselarasan visi menjadi kunci agar nilai kepemimpinan yang tangguh, disiplin, dan berintegritas dapat terinternalisasi dengan baik,” jelasnya.
Dia berharap, melalui kegiatan ini terbangun sinergi yang semakin kuat antara Ditjenpas Kemenkumham dan Polri, dalam mencetak aparatur kepemimpinan administrator yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel sesuai nilai inti organisasi.




