
Porsenikab dalam rangka peringatan HBP ke-62 di Lapas Kelas III Wahai resmi ditutup, Jumat (24/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Rangkaian kegiatan Pekan Olahraga, Seni, Intelektual, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Porsenikab) dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai resmi ditutup, Jumat (24/4/2026).
Prosesi penutupan berlangsung tertib dan khidmat di lapangan blok hunian, meskipun dilaksanakan di tengah padatnya jadwal dan aktivitas kedinasan.
Upacara penutupan dipimpin oleh Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi, La Joi, yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan tersebut dihadiri dan diikuti oleh seluruh jajaran petugas, serta Warga Binaan Pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, La Joi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, yang telah berpartisipasi aktif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Porsenikab tidak terlepas dari komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kekondusifan lingkungan lapas.
“Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari semua pihak. Sportivitas yang ditunjukkan selama mengikuti berbagai perlombaan menjadi bukti, bahwa segala keterbatasan yang ada bukanlah penghalang untuk tetap bersikap disiplin dan berusaha meraih prestasi. Saya berharap, semangat kebersamaan dan kekompakan yang terjalin ini dapat terus dipelihara, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa penyelenggaraan Porsenikab bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas belaka, melainkan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembinaan, yang bertujuan mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada diri warga binaan.
Menurutnya, beragam jenis kegiatan yang diadakan selama Porsenikab berlangsung menjadi sarana efektif untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai kebajikan, sekaligus memperkuat karakter serta mempersiapkan mental warga binaan, agar siap kembali berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami melihat adanya semangat dan keinginan berubah yang nyata dari para warga binaan. Pembinaan tidak hanya berfokus pada penerapan aturan dan kedisiplinan, tetapi juga bagaimana kita dapat membantu membentuk kembali jati diri mereka menjadi lebih baik. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, agar setiap warga binaan yang menyelesaikan masa pidana dapat kembali ke masyarakat, sebagai pribadi yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungannya,” ungkap Tersih.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan Porsenikab di Lapas Wahai dapat dijadikan contoh dan referensi bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya di wilayah Maluku.
“Saya mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Hal ini sekaligus mencerminkan wajah pemasyarakatan, yang terus berkembang menjadi lebih modern dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini harus dimanfaatkan dengan baik, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berlandaskan pada integritas,” katanya.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Porsenikab, Lapas Wahai kembali melanjutkan pelaksanaan program pembinaan rutin dengan semangat dan motivasi baru.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik penguatan, dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, aman, serta berorientasi pada proses pemulihan, dan keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.




