
Lapas Kelas III Wahai menerima kunjungan dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Malteng, Sabtu (25/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menerima kunjungan dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap bantuan buku yang telah dihibahkan sebelumnya, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan, untuk menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi, di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari Dinas Perpustakaan melakukan peninjauan langsung ke Perpustakaan “Beranda Mesra”, yang dikelola oleh Lapas Wahai.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pendataan jumlah koleksi, pengecekan kondisi fisik buku, hingga melihat seberapa besar tingkat pemanfaatannya oleh Warga Binaan Pemasyarakatan.
Selain itu, dilakukan pula diskusi bersama untuk mengidentifikasi kebutuhan bahan bacaan yang lebih bervariasi, dan sesuai dengan minat serta kebutuhan para pembaca.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa keberadaan perpustakaan menjadi salah satu elemen penting, dalam mendukung proses pembinaan kepribadian dan perbaikan diri warga binaan.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat untuk membaca, tetapi merupakan ruang pembelajaran yang mampu mendorong perubahan pola pikir dan perilaku. Kami ingin seluruh warga binaan memiliki akses yang baik, terhadap berbagai sumber pengetahuan, agar hal tersebut dapat membantu mereka membangun karakter dan kepribadian yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah, Risa Karmini menyampaikan apresiasi atas komitmen dan upaya yang dilakukan pihak Lapas Wahai, dalam menjaga, merawat, dan memanfaatkan bantuan buku yang telah diberikan secara optimal.
“Kami melihat seluruh koleksi yang telah dihibahkan berada dalam kondisi baik, dan tertata dengan rapi. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami juga sekaligus memetakan kebutuhan akan penambahan koleksi di masa mendatang, agar program literasi yang diselenggarakan di lingkungan Lapas dapat semakin berkembang dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Wahai, La Joi.
Ia menjelaskan, bahwa minat baca yang dimiliki oleh warga binaan terbilang cukup tinggi, terutama terhadap buku-buku yang bertemakan motivasi dan ajaran keagamaan.
“Kegiatan evaluasi seperti ini sangat membantu kami dalam menentukan arah pengembangan perpustakaan ke depannya, baik dalam hal penambahan jenis dan jumlah koleksi, maupun dalam upaya meningkatkan kualitas layanan literasi yang diberikan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pihak Lapas Wahai bersama Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya, untuk terus memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan.
Keberadaan perpustakaan diharapkan dapat berfungsi secara lebih optimal, tidak hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi warga binaan, dalam mempersiapkan diri untuk kembali berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat.




