
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, saat menggelar kegiatan coffee morning bersama para insan pers, yang berlangsung di Biz Hotel Ambon, Senin (27/4/2026). Foto-Q/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ambon, Eben Rifqi Taufan menegaskan pentingnya memastikan keakuratan, dan kejelasan informasi terkait keberadaan, keperluan, maupun aktivitas orang asing di wilayah kerjanya.
Langkah ini dinilai krusial, guna menghindari terjadinya kesalahpahaman, dan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan coffee morning bersama para insan pers, yang berlangsung di Biz Hotel Ambon, Senin (27/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Eben menjelaskan, bahwa pemberitaan dan informasi yang beredar di masyarakat mengenai keberadaan orang asing kerap kali memerlukan penjelasan, atau klarifikasi lebih lanjut.
Kondisi ini tak lepas dari luasnya cakupan wilayah kerja Imigrasi Ambon, yang tidak hanya meliputi wilayah Kota Ambon, tetapi juga membawahi Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, serta Kabupaten Maluku Tengah.
“Tidak jarang informasi yang beredar di masyarakat memerlukan penjelasan, atau perlu kita luruskan. Di sinilah letak pentingnya menjalin komunikasi yang baik, dan intens antara pihak Imigrasi dengan rekan-rekan media,” ujarnya.
Ia menekankan koordinasi dan kerja sama yang terjalin erat antara kedua pihak sangat diperlukan, agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik senantiasa akurat, berimbang, dan sesuai fakta, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun penafsiran yang salah di masyarakat.
Menurutnya, upaya pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah kerja telah dan terus dilakukan secara aktif, baik melalui pemantauan rutin maupun operasi gabungan, yang melibatkan instansi terkait.

Namun demikian, dia berharap, media dapat memahami konteks dan batasan wilayah kerja instansi, agar dalam penyajian berita tidak terjadi generalisasi informasi yang berpotensi menimbulkan kekeliruan.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membuka ruang dialog dan pertukaran pikiran, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta transparansi kinerja institusi.
Eben mengaku, masukan, kritik, dan saran yang disampaikan oleh insan pers memiliki peran strategis, dalam melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja.
“Kami menyadari, bahwa kami tidak mampu menilai dan melihat kinerja kami sendiri secara utuh dan objektif. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan pandangan dan masukan dari rekan-rekan media, agar ke depannya kami dapat bekerja dengan lebih profesional, terstruktur, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap, melalui komunikasi yang terus dipelihara dan dibangun secara terbuka, hubungan kemitraan antara Imigrasi Ambon dan media massa semakin erat dan kuat.
Dengan demikian, setiap informasi yang disampaikan kepada publik akan semakin kredibel, terpercaya, dan sekaligus memberikan nilai edukatif bagi masyarakat luas.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap produktif, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan kerja sama.
“Kehadiran media dipandang sebagai mitra strategis, guna mendukung penyebaran informasi yang akurat, faktual, dan bertanggung jawab kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar dia.




