
Perbaikan sumur bor, dan jaringan penyaluran air di Lapas Wahai, Selasa (28/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memastikan, pasokan air bersih bagi seluruh warga binaan telah kembali normal. Kondisi ini terwujud setelah selesai dilakukan perbaikan pada sumur bor, dan jaringan penyaluran air, Selasa (28/4/2026).
Langkah ini menjadi upaya penting dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, serta kelancaran pelaksanaan ibadah di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Pekerjaan perbaikan difokuskan pada perawatan mesin pompa, dan perbaikan saluran pipa yang sebelumnya mengalami gangguan dan penurunan kinerja.
Pemulihan fungsi sarana ini dinilai sangat penting, mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama yang digunakan, untuk berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga untuk berwudhu dalam melaksanakan ibadah salat di masjid yang ada di lingkungan lapas.
Pelaksana harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menegaskan, bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan selalu menjadi prioritas utama, dalam setiap kebijakan yang diambil.
Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, agar aliran air dapat menjangkau seluruh ruang hunian, serta fasilitas umum dan ibadah yang ada.
“Air adalah kebutuhan yang paling utama, dan tidak dapat digantikan. Kami ingin memastikan, warga binaan dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari maupun ibadah dengan nyaman tanpa ada hambatan. Oleh karena itu, perbaikan kami lakukan secara utuh, mulai dari mesin pengambil air hingga jaringan pipa yang menuju ke setiap ruang hunian dan masjid,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan aspek kebersihan dan sanitasi menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian program pembinaan.
Lingkungan yang bersih dan sehat diharapkan, dapat membentuk kebiasaan hidup yang disiplin, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kebersihan merupakan bagian dari pendidikan dan pembinaan yang kami laksanakan. Kami ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat, serta kesadaran untuk senantiasa menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Dengan perbaikan ini, kendala keterbatasan air, untuk berbagai keperluan sudah tidak ada lagi,” tambahnya.
Salah satu warga binaan berinisial AG menyampaikan rasa syukurnya atas perbaikan yang telah dilakukan. Ia mengaku, sebelumnya aliran air sering terhenti atau tidak lancar, sehingga membatasi berbagai aktivitas yang akan dilakukan.
“Alhamdulillah, sekarang air sudah mengalir dengan lancar. Mulai dari untuk ibadah salat, mandi, hingga mencuci, semuanya sudah berjalan dengan baik dan tidak ada kendala lagi,” tuturnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh warga binaan lain berinisial HB, yang kini merasa lebih nyaman dalam menjalani kegiatan kesehariannya.
“Sebelumnya kami harus berhemat dalam menggunakan air, karena alirannya sangat kecil dan terbatas. Sekarang semuanya menjadi lebih mudah, baik untuk keperluan ibadah, membersihkan peralatan makan, maupun mandi. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas, yang telah bekerja keras menyelesaikan perbaikan ini,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi, atas langkah yang dilakukan oleh jajaran Lapas Wahai, yang dinilai proaktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia menegaskan, bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk ketersediaan air bersih, merupakan wujud nyata dari penyelenggaraan pemasyarakatan, yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Saya telah menginstruksikan kepada seluruh unit kerja pemasyarakatan, untuk segera melakukan pengecekan dan pemetaan kebutuhan serupa, serta mengambil langkah perbaikan secara nyata. Ketersediaan air bersih ini sangat penting, untuk menjaga derajat kesehatan dan kebersihan seluruh warga binaan yang ada di dalamnya,” tegasnya.
Dengan berfungsinya kembali sarana penyediaan air bersih ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan layak, sehat, dan penuh kenyamanan.
“Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan, dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjamin terpenuhinya hak-hak dasar warga binaan secara berkelanjutan,” ujar Ricky.





