
Rangkaian bimbingan teknis, dan uji sertifikasi yang dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 30 April 2026,di wilayah Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten MBD. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Sebanyak 15 karyawan dari PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR), resmi dinyatakan memiliki kompetensi sebagai Pengawas Operasional Pertama.
Penetapan ini didapatkan setelah mereka mengikuti rangkaian bimbingan teknis, dan uji sertifikasi yang dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 30 April 2026,di wilayah Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Program peningkatan kemampuan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kedua perusahaan tambang tersebut, dalam membangun dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama yang bertugas di bidang operasional pertambangan.
Dari jumlah keseluruhan peserta, sembilan orang berasal dari Departemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, lima orang dari Departemen Pengolahan Hasil Tambang, serta satu orang dari Departemen Pelayanan Lapangan.
Seluruh peserta dinyatakan lulus dengan baik, setelah mengikuti proses pembelajaran secara mendalam, dan menjalani uji kompetensi yang dilaksanakan secara daring bersama penilai, yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

General Manager Operasional BKP-BTR, Jimmy Bob Suroto menegaskan, bahwa kegiatan pelatihan, dan perolehan sertifikasi ini merupakan langkah strategis perusahaan, sebagai bentuk investasi untuk membentuk tenaga kerja internal yang berkemampuan tinggi, dan mampu bersaing.
“Setiap kegiatan pelatihan yang kami selenggarakan adalah, bukti nyata komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kemampuan, dan keahlian para pekerja. Adanya pengakuan kompetensi ini juga diharapkan dapat menjadi pendorong semangat bagi seluruh karyawan, agar senantiasa menampilkan kinerja terbaik dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.
Ia berharap, keberhasilan yang diraih oleh kelompok peserta ini dapat menginspirasi, dan mendorong karyawan lainnya untuk turut berpartisipasi aktif, dalam berbagai program pengembangan diri yang disediakan oleh perusahaan.
Proses pembekalan ilmu dan keterampilan dipimpin oleh Agus Satari dengan menggunakan metode pembelajaran, yang menggabungkan contoh kasus langsung, dan penerapan di lapangan.
Materi yang disampaikan meliputi berbagai hal utama, yang berkaitan dengan keamanan kerja dan pelaksanaan kegiatan pertambangan, antara lain peraturan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, cara mengidentifikasi bahaya serta menilai dan mengendalikan risiko kerja, analisis keamanan dalam setiap tahapan pekerjaan, teknik pemeriksaan dan pengawasan lapangan, penyelenggaraan pertemuan keamanan kerja, hingga prosedur penyelidikan apabila terjadi kecelakaan kerja.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembelajaran dan Pengembangan BKP-BTR, Endaryanto menilai, kegiatan ini selaras dengan visi perusahaan, untuk melahirkan tenaga kerja yang profesional, serta mampu menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan, dan perkembangan dunia industri.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada setiap karyawan, yang berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan, mulai dari proses pembelajaran hingga mendapatkan pengakuan resmi. Kesempatan seperti ini merupakan jalan yang sangat baik bagi mereka, untuk terus berkembang dan mengembangkan karir,” katanya.
Yang membanggakan, dari seluruh peserta yang berhasil lulus, lima di antaranya adalah tenaga kerja asli daerah, yang mampu menunjukkan hasil kerja dan kemampuan yang sangat baik, selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Keberhasilan ini sekaligus membuktikan keseriusan BKP-BTR, dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, serta memperkuat peran, dan kontribusi tenaga kerja lokal dalam memajukan industri pertambangan di tingkat nasional,” tandas Endaryanto.




