Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Lewerissa Dorong Penataan Ulang Kawasan Rawan Bencana di Ambon

Q Jumat, 1 Mei 2026 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Screenshot_2026-03-05-19-41-20-943_com.android.chrome

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa. Foto-Q/BA

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa mengingatkan, tentang perlunya langkah penanganan yang cepat dan terkoordinasi, untuk mengatasi dampak bencana banjir serta tanah longsor, yang terjadi pada sejumlah wilayah di Kota Ambon.

Menurut Lewerissa, keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih pada masa pasca bencana, yang masih berpotensi menimbulkan risiko bahaya lanjutan.

“Langkah pertama yang wajib dipastikan adalah keamanan dan keselamatan warga. Proses evakuasi, pendataan korban, hingga pemenuhan kebutuhan pokok harus dilaksanakan secara cepat, terencana, dan tidak terjadi tumpang tindih tugas antar pihak,” ujarnya, saat dihubungi dari Ambon, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya memerlukan pembenahan aspek teknis saja, tetapi juga perbaikan sistem kerja dan hubungan antar lembaga.

Ia menilai, seringkali penanganan berjalan lambat, karena belum ada kerja sama yang terintegrasi dengan baik antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat wilayah, dan kelompok relawan. Selain itu, kejelasan struktur komando di lapangan juga masih perlu disempurnakan.

“Sistem manajemen tanggap darurat harus diperkuat secara menyeluruh. Diperlukan struktur komando yang jelas, sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat bergerak secara serentak dan terarah, dalam satu kendali,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka menengah dan panjang, Lewerissa mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan penataan ulang kawasan permukiman, yang berada di daerah berisiko tinggi.

Bahkan, Johan membuka kemungkinan untuk melakukan relokasi secara terbatas bagi warga yang tinggal di zona, dengan tingkat kerawanan yang tidak memungkinkan untuk dihuni secara aman.

“Kita tidak dapat terus mempertahankan pola penataan yang sudah ada. Untuk wilayah yang berbahaya dan berisiko tinggi, perlu dipertimbangkan langkah relokasi yang dilakukan secara bertahap. Pelaksanaannya pun harus tetap memperhatikan kondisi sosial, dan ekonomi masyarakat, agar tidak menimbulkan permasalahan baru,” katanya.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya penyusunan peta risiko bencana yang rinci, dan dapat diterapkan langsung di lapangan.

Dokumen ini, kata Lewerissa, nantinya akan menjadi acuan utama dalam menyusun berbagai kebijakan, dan rencana pembangunan daerah.

Menurutnya, dokumen perencanaan yang telah ada saat ini perlu disempurnakan dengan data terbaru, yang diambil dari kondisi lapangan, termasuk memperhitungkan dampak perubahan iklim, yang semakin terasa pengaruhnya.

“Pemkot Ambon harus memiliki peta risiko yang benar-benar berguna, bukan sekadar dokumen formalitas. Berdasarkan data tersebut, arah pembangunan dapat disusun dengan lebih terukur, dan terhindar dari tindakan yang justru menimbulkan potensi bencana baru,” jelasnya.

Lewerissa juga mengingatkan, agar peran kelurahan dan desa, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dapat dioptimalkan, dalam sistem peringatan dini.

Hal ini dapat didukung dengan penggunaan teknologi sederhana, yang memudahkan warga mendeteksi tanda-tanda bahaya sedini mungkin.

Di sisi lain, dia mengingatkan, agar proses penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan darurat saja, tetapi juga dilanjutkan dengan program pemulihan, yang menyentuh aspek kehidupan ekonomi warga yang terdampak.

“Upaya pemulihan ini sangat penting, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun sumber penghidupan akibat bencana. Pemerintah harus hadir dan mendampingi, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan kehidupan masyarakat pasca kejadian,” tandasnya.

Untuk itu Johan berharap, peristiwa ini menjadi titik awal bagi Pemkot Ambon, untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih baik secara menyeluruh.

“Mulai dari tahap tanggap darurat hingga penyusunan rencana pembangunan jangka panjang, yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kemungkinan risiko yang ada,” tutup Johan.

Tentang penulis

Lewerissa Dorong Penataan Ulang Kawasan Rawan Bencana di Ambon 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Pattimahu: Hari Buruh Jadi Momentum Perjuangan dan Solidaritas
Next: Watubun: Hari Buruh Harus Jadi Momentum Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Related News

IMG_20260624_134828
  • Daerah

Sengketa Lahan Wihara Masih Didalami, Sarimanella: DPRD Belum Ambil Sikap

Q Rabu, 24 Juni 2026
IMG-20260624-WA0018~2
  • Daerah

Leiwakabessy Tekankan Pentingnya Landasan Ilmiah dalam Tata Kelola Pertambangan di Maluku

Q Rabu, 24 Juni 2026
IMG-20260624-WA0017~2
  • Daerah

Huwae Dorong Kebijakan Berbasis Riset untuk Perkuat Pembangunan Daerah

Q Rabu, 24 Juni 2026

Berita lainnya

IMG-20260624-WA0069
  • Metro

Ditresnarkoba Polda Papua Barat Daya Serahkan Empat Berkas Perkara Narkotika ke Kejaksaan Negeri Sorong  

Marni Rabu, 24 Juni 2026
20260624_111358
Kepala BLUD UPTD Konservasi Raja Ampat, Hasan Makassar (Foto/Mar)
  • Pariwisata

Terra Abadi Papua Jadi Mitra Baru, Perkuat Konservasi Perairan Raja Ampat  

Marni Rabu, 24 Juni 2026
IMG_20260624_134828
  • Daerah

Sengketa Lahan Wihara Masih Didalami, Sarimanella: DPRD Belum Ambil Sikap

Q Rabu, 24 Juni 2026
20260624_181819
  • Metro

Dugaan Penyalahgunaan Ijazah, Ombudsman Minta Pemda Sorong Meninjau Manajemen RS JP Wanane 

Marni Rabu, 24 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d