
Lapas Wahai memperkenalkan Smart Wartelsus kepada seluruh Warga Binaan, Selasa (12/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus melangkah maju dalam transformasi pelayanan berbasis teknologi di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Langkah nyata tersebut diwujudkan lewat penerapan sistem inovatif bernama “Smart Wartelsus”, yang resmi diperkenalkan dan disosialisasikan kepada seluruh Warga Binaan, Selasa (12/5/2026).
Inovasi ini diterapkan untuk menyempurnakan pengelolaan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), dengan memanfaatkan sistem manajemen jaringan berbasis MikroTik RouterOS.
Perubahan mendasar dilakukan dari sistem manual yang biasa diterapkan, kini diubah menjadi layanan menggunakan sistem voucer.
Melalui cara ini, durasi akses komunikasi setiap pengguna dapat diatur, dan terputus secara otomatis sesuai jatah waktu yang ditetapkan.
Agus Wewra, Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi Penjaga Tahanan, sekaligus penggagas ide ini menjelaskan, bahwa perubahan digital ini disusun untuk menjawab berbagai permasalahan mendasar, mulai dari antrean yang tidak tertib hingga risiko terjadinya perselisihan antar warga binaan , akibat penggunaan fasilitas komunikasi.
“Smart Wartelsus kami hadirkan demi menjamin setiap warga binaan mendapatkan hak berkomunikasi yang sama rata dan tanpa diskriminasi. Lewat sistem voucer ini, waktu bicara akan terputus otomatis, sehingga tidak ada lagi pihak-pihak tertentu yang bisa menggunakan fasilitas ini secara berlebihan, atau mengambil hak orang lain,” ungkap Agus.
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri menambahkan, penerapan teknologi ini sangat membantu petugas keamanan, dalam menjalankan pengawasan penggunaan fasilitas komunikasi di dalam blok hunian.
Menurutnya, selama ini pengaturan dan pemantauan Wartelsuspas masih dilakukan secara manual, yang kerap menyulitkan petugas dalam menjaga konsistensi pembatasan waktu.

Adanya sistem digital dinilai mampu meminimalisir kelalaian, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Di sisi lain, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi memberikan apresiasi tinggi atas gagasan kreatif, yang diinisiasi oleh CASN tersebut.
Ia menilai, langkah ini merupakan bentuk nyata penguatan pelayanan publik berbasis e-government, di lingkungan pemasyarakatan.
“Smart Wartelsus membuat layanan komunikasi kami jauh lebih transparan, terukur, dan akuntabel. Inovasi seperti ini juga turut membangun citra positif institusi pemasyarakatan di mata masyarakat maupun keluarga dari warga binaan,” ujar La Joi.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Menurutnya, terobosan digital yang diterapkan Lapas Wahai layak dijadikan contoh bagi Unit Pelaksana Teknis lainnya di wilayah Maluku.
“Pemanfaatan teknologi jaringan seperti MikroTik ini membuktikan, bahwa keterbatasan lokasi atau geografis bukanlah penghalang bagi para CASN, untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, dan efisien,” tegas Ricky.
Kegiatan sosialisasi sistem Smart Wartelsus ditutup dengan sesi simulasi langsung penggunaan voucer oleh warga binaan, mulai dari tahap masuk ke sistem hingga proses pemutusan sambungan secara otomatis, saat batas waktu penggunaan telah habis.







