
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Wakil Gubernur PBD Ahmad Nasrauw menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Badan Kerja Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat Daya yang aktif menginisiasi kegiatan sosialisasi, edukasi, dan perlindungan terhadap perempuan serta anak.
Kegiatan yang telah berjalan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), kini dilanjutkan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Sorong, Selasa (18/5/2026).
Menurut Ahmad, kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para pelajar mengenai hak-hak mereka.
Ia menekankan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi berbagai resiko kejahatan, kekerasan seksual, masalah kesehatan reproduksi, hingga diskriminasi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menerapkan prinsip toleransi nol atau zero tolerance terhadap segala bentuk tindak kejahatan yang menimpa kedua kelompok tersebut.
“Perempuan berada di barisan terdepan dalam mendidik generasi muda menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan produktif di tanah papua,”tegasnya
Ia berharap, melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman yang benar mengenai cara melindungi diri. Hal yang paling utama, kata Ahmad, adalah menumbuhkan keberanian bagi perempuan dan anak untuk berbicara atau speak up ketika mengalami perlakuan buruk, baik itu di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Tujuannya agar mata rantai kejahatan dapat diputus dan dampak buruknya tidak meluas ke tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) terus konsisten melakukan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat. Mengingat keterbatasan jangkauan, pemerintah menjalin kerja sama dengan pihak sekolah serta Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten dan kota agar program edukasi ini berjalan berkelanjutan dan perlindungan maksimal dapat terwujud.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Sorong, Natali Lapik, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat selaras dengan program anti-perundungan yang sedang gencar diterapkan di sekolah
Natali juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah membentuk tim khusus pengendali kekerasan yang bertugas mengawasi aktivitas siswa setiap hari, mencegah terjadinya tindak kekerasan, serta menjaga keamanan di lingkungan pendidikan.
“Saya berharap kegiatan ini memberikan hasil yang sangat baik, sehingga setiap siswa di sekolah ini dapat menikmati haknya dengan layak, serta kesejahteraan dan keselamatan mereka selalu terjaga tanpa gangguan apa pun,” ujarnya (Mar)







