
Lapas Kelas III Wahai resmi meluncurkan fasilitas baru berupa jalur pijat refleksi kaki bagi warga binaan pada Selasa (19/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai resmi meluncurkan fasilitas baru, berupa jalur pijat refleksi kaki bagi Warga Binaan (WB), Selasa (19/5/2026).
Fasilitas yang dibangun di area branggang Lapas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis, dan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar para penghuni lembaga pemasyarakatan.
Inovasi bermanfaat ini digagas oleh Fitri, yang merupakan seorang Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), yang bertugas di Lapas Wahai.
Jalur refleksi ini sengaja dibuat menggunakan susunan batu alam yang tersusun rapi, yang berfungsi untuk menstimulasi titik-titik saraf yang ada di telapak kaki, sehingga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh secara mandiri tanpa memerlukan alat canggih.
“Saya melihat betapa pentingnya menyediakan sarana kesehatan preventif yang sederhana, namun memiliki dampak besar bagi tubuh. Jalur refleksi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga binaan, untuk menjaga kondisi kesehatannya, tanpa harus selalu bergantung pada konsumsi obat-obatan,” ujar Fitri.
Kehadiran fasilitas yang unik dan bermanfaat tersebut langsung mendapat sambutan yang sangat positif dari para warga binaan, khususnya bagi mereka yang sudah berusia lanjut.
Salah seorang warga binaan berinisial YM mengaku sangat terbantu, dengan adanya jalur refleksi tersebut, untuk mengurangi berbagai keluhan kesehatan yang sering dirasakan, seperti rasa pegal dan kebas pada bagian kaki.
“Sejak ada jalur batu refleksi ini, saya rutin berjalan kaki di sini setiap pagi. Rasanya badan jadi jauh lebih segar, dan tidur pun menjadi lebih nyenyak, dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Susana Mouw mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen pihak Lapas Wahai, dalam memenuhi hak-hak dasar warga binaan, khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan fisik maupun psikologis.
“Pembinaan yang bisa dibilang berhasil adalah, pembinaan yang benar-benar memanusiakan manusia. Jalur pijat refleksi ini bukan sekadar bangunan atau fasilitas fisik biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian kami, agar warga binaan tetap terjaga kesehatannya selama menjalani masa pidana di sini,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi turut menyampaikan apresiasi yang tinggi, atas inovasi cerdas dan bermanfaat yang dihadirkan oleh jajaran pegawai muda di lingkungan Lapas Wahai.
Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana tidak menjadi penghalang atau hambatan sedikit pun, untuk terus berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan humanis.
“Ini menjadi bukti nyata, bahwa kami terus berupaya berbenah diri dan memiliki komitmen kuat, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga binaan yang berada dalam bimbingan kami,” tandasnya.





