
Dirjen SDA Kementerian PUPR, Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Subhan Pattimahu menilai, penunjukan Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merupakan langkah strategis, untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Subhan, Asta Cita pada dasarnya merupakan kelanjutan dari berbagai program pembangunan, yang telah dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya.
Oleh karena itu, implementasinya memerlukan dukungan anggaran negara, koordinasi yang solid, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Asta Cita adalah arah, sekaligus mata angin utama pembangunan nasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar lembaga, agar seluruh program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Subhan dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menilai, kehadiran Arnold Ritiauw di pucuk pimpinan Dirjen SDA akan semakin memperkuat upaya pemerintah, dalam memperluas jangkauan layanan dasar, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Menurutnya, pengalaman serta latar belakang militer yang dimiliki Arnold menjadi modal penting dalam membangun sistem kerja yang disiplin, terukur, dan mampu menjangkau wilayah-wilayah, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Penempatan Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Dirjen SDA sangatlah tepat. Berbekal pengalaman yang dimiliki, kami optimistis beliau dapat menjalankan tugas secara profesional, serta memperkuat berbagai program pemerintah di bidang pengelolaan sumber daya air,” ujarnya.
Subhan juga menyoroti potensi penguatan sinergi antara Kementerian PUPR dan TNI, melalui program TNI Manunggal Air.
Program tersebut selama ini telah berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di berbagai daerah, termasuk kawasan pedesaan dan wilayah 3T.
“Kolaborasi yang baik antara Ditjen SDA dan program TNI Manunggal Air akan memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih di desa-desa, yang masih mengalami keterbatasan akses,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi komitmen pemerintah, yang terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.
Menurutnya, pembangunan jaringan air bersih, konektivitas antardaerah, serta fasilitas permukiman merupakan faktor penting, dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami melihat Kementerian PUPR secara konsisten berupaya mempercepat pemerataan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah 3T. Langkah ini sangat penting untuk membuka akses, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutup Subhan.





