
KOTA SORONG,BeritaAktual.co – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Papua Barat Daya yang ke-2 secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, pada Rabu (1 Juli 2026). Acara ini berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2026 dan menjadi momentum penting untuk memperkuat syiar Islam, membangun generasi Qurani, serta mendorong pengembangan ekonomi umat di wilayah tersebut.
Mengusung tema “Melalui MTQ, Kita Kembangkan Ekonomi Umat Menuju Provinsi Papua Barat Daya yang Berdaya Saing”, kegiatan ini diselenggarakan di tiga lokasi utama, yaitu Arena Utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sorong, Gedung ACC Al-Akbar, serta Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya.
Ketua Panitia MTQ Ke-II, Abdul Mutalib Salim, menjelaskan bahwa acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Papua Barat Daya ini bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, memperkuat pembinaan generasi Qurani, sekaligus menyeleksi peserta terbaik untuk mewakili provinsi pada ajang MTQ Nasional ke-31 yang akan digelar di Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.
Tema yang diangkat memiliki makna mendalam: nilai-nilai Al-Quran tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga dasar membangun ekonomi umat yang berlandaskan kejujuran, kerja keras, profesionalisme, dan keberkahan guna meningkatkan daya saing daerah.
kegiatan ini bertujuan penyelenggaraan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, memperkuat pembinaan para qori, qoriah, hafiz, hafizah, mufassir dan peserta cabang lain, mempererat persaudaraan sesama umat Islam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi umat melalui keterlibatan UMKM dan ekonomi syariah.
“Untuk Peserta berasal dari enam kabupaten dan kota se-Provinsi Papua Barat Daya: Kabupaten Sorong 38 orang, Kabupaten Sorong Selatan 25 orang, Kabupaten Maybrat 35 orang, Kabupaten Tambrauw 37 orang, Kabupaten Raja Ampat 27 orang, serta Kota Sorong 38 orang. Secara keseluruhan tercatat 202 peserta resmi, 60 petugas pendamping, 41 orang dewan hakim, 10 panitia inti, dan 75 orang panitia pelaksana sehingga jumlah seluruh peserta dan petugas mencapai 388 orang,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa i cabang perlombaan dipertandingkan sesuai ketentuan nasional LPTQ, yaitu Tilawah, Tafsir, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, dan cabang lainnya, kecuali cabang khusus tunanetra.
“Sebagai wujud nyata tema yang diusung, panitia juga membuka kesempatan luas bagi pelaku UMKM, produk halal, dan hasil karya lokal untuk berdagang selama acara berlangsung agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,”ucapnya
Sementara itu, Ketua LPTQ Papua Barat Daya, H. Abubakar Al Hamid, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan gerakan membumikan Al-Quran, menanamkan kecintaan pada kitab suci, serta membentuk masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Al-Quran adalah petunjuk jalan yang paling lurus, mengatur hubungan manusia dengan Allah dan membimbing kehidupan sosial, pendidikan, pemerintahan, hingga ekonomi yang berkeadilan. Ekonomi umat tidak bisa dipisahkan dari nilai Al-Quran. Islam mengajarkan bekerja keras, berusaha halal, jujur berdagang, serta mengelola potensi alam dan budaya yang melimpah di Papua Barat Daya demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap MTQ ini dapat melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya indah bacaan Al-Qurannya, tetapi juga cerdas, tangguh, dan mampu menjadi pelaku pembangunan yang mandiri serta berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.(Mar)





