
SORONG, BeritaAktual.co -Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat yang berlangsung selama lima hari dengan kunjungan lapangan tim evaluator UNESCO.
Seluruh rangkaian penilaian berjalan lancar. Rombongan berhasil menyelesaikan peninjauan mayoritas lokasi geosite dan geotrail baru meskipun di tengah tantangan kondisi iklim serta cuaca dampak fenomena El Niño di Raja Ampat.Sebagai acara penutup, kegiatan Closing Ceremony dilaksanakan di Vega Prime Hotel, Jumat malam (21/8/2026)
Mewakili Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) PBD, Yusdi N. Lamatenggo menyampaikan terima kasih kepada kedua evaluator, yakni Nina Atsuko dan Chen Fang yang telah datang dan melakukan kunjungan lapangan dan bedah dokumen atas status UGGp Raja Ampat yang harus dilaksanakan per empat tahun sekali
“Terima kasih atas kunjungan yang telah dilakukan. Mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami berharap Raja Ampat mendapatkan green card,” ujar Yusdi.
Ia menjelaskan bahwa penilaian mencakup berbagai aspek. kelestarian warisan geologi, tata kelola lembaga, kejelasan informasi dan petunjuk, kualitas Pusat Informasi Wisata, produk promosi, hingga jaringan kerja sama dengan geopark lain di dalam maupun luar negeri. Evaluasi juga melibatkan diskusi langsung dengan masyarakat, pengelola lokasi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
“Kami sangat bangga karena Raja Ampat kini telah memiliki dua pengakuan UNESCO, yaitu Global Geopark dan Cagar Biosfer. Dukungan penuh kami berikan demi kelestarian alam sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” tambahnya.
Sementara itu ,Salah satu evaluator, Nina Atsuko dari Jepang, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat seluruh pihak, seperti pimpinan daerah, masyarakat lokal, kelompok dan komunitas, serta NGO
Nina dan rekannya Chenfang, temui di lokasi geosite, maupun kampung dan objek daya tarik wisata dalam UGGp Raja Ampat.
Ia mengakui banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama kunjungan di Raja Ampat
“Kami belum dapat menyampaikan hasil kunjungan kali ini, karena yang kami lakukan nanti adalah merampungkan laporan kepada dewan UNESCO dan hasilnya akan diberikan pada pertemuan bulan November di Perancis,” tutupnya .(*/Mar)










