
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong melakukan pembagian masker kepada masyarakat pengguna jalan sebagai langkah pencegahan dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan di kawasan Lampu Merah Maranatha pada Kamis (1/10/2026), menyasar para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi, menjelaskan langkah ini diambil menyusul adanya prediksi peningkatan konsentrasi partikel halus atau PM2,5 di udara.
“Berdasarkan hasil data yang dikeluarkan BMKG, diprediksi dalam jangka waktu tiga hari, yaitu 30 September sampai 2 Oktober 2026, konsentrasi PM2,5 —partikel halus yang berbahaya di udara ,secara umum berada pada kategori sedang hingga tidak sehat,” ujar Jemima.
Ia menegaskan kondisi kabut asap yang meliputi Kota Sorong perlu menjadi perhatian bersama, sebab kualitas udara yang buruk dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
“Karena terjadinya kabut asap yang mengkhawatirkan di atas Kota Sorong, maka untuk mencegah terjadinya lonjakan masalah kesehatan akibat kondisi udara yang tidak sehat yang dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit serta gangguan pernapasan yang mengakibatkan timbulnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK),” jelasnya.
Jemima mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, lanjut usia (lansia), serta warga yang memiliki riwayat penyakit asma.
Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, pihaknya meminta agar tetap menggunakan masker guna mengurangi paparan partikel berbahaya di udara.
Selain itu, Kadis Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi air putih secukupnya, makan makanan bergizi secara teratur, serta memenuhi waktu istirahat dan tidur yang cukup.
“Jika ingin keluar bepergian harus menggunakan masker,” imbaunya.
Masyarakat juga disarankan menyiram debu di lingkungan sekitar rumah maupun jalan guna mengurangi partikel yang beterbangan. Bagi warga yang sedang mengalami batuk atau flu, diharapkan tetap menggunakan masker agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
Jemima menambahkan, siapa pun yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun iritasi kulit, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jika masyarakat ada yang mengalami keluhan atau gejala batuk, sesak napas, iritasi mata dan kulit, segera konsultasi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis (*/Mar)






