
SURABAYA, BeritaAktual.co – Sebanyak 33 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dari Provinsi Papua Barat Daya mengikuti program magang pendidikan khusus di wilayah Malang, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pendidik.
Kegiatan berlangsung dari 8 hingga 21 September 2026, berpusat di SLBN Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang, Kabupaten Malang.
Dalam kegiatan ini para peserta juga melakukan studi tiru ke SLBN Eka Mandiri Batu Malang pada 11 September dan SLBN Gedangan Sidoarjo pada 18 September.
Selama mengikuti magang, para guru mempelajari berbagai hal melalui observasi langsung proses belajar‑mengajar, diskusi dan konsultasi dengan tenaga pendidik tuan rumah, praktik pembelajaran, mempelajari perangkat ajar, hingga sesi refleksi dan evaluasi.
Untuk materi yang dipelajari meliputi pengelolaan kelas, asesmen kebutuhan peserta didik, penyusunan program pembelajaran individual, penggunaan media pembelajaran, serta pengembangan keterampilan bina diri dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Erdia Msiren, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa guru SLB memiliki peran strategis dalam menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, kemampuan, dan hambatan belajar setiap anak.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak cukup hanya melalui pelatihan teori, melainkan perlu pengalaman praktik langsung di sekolah‑sekolah yang telah menjadi pusat praktik baik pendidikan khusus.
“Kami berharap para guru dapat membawa pengalaman nyata dari program magang ini, lalu menyesuaikan dan menerapkannya di sekolah masing‑masing dengan memperhatikan kondisi satuan pendidikan, ketersediaan sarana prasarana, serta karakteristik peserta didik di wilayah Papua Barat Daya,” ujar Erdia.
Program ini dilaksanakan merujuk pada
Undang‑Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang‑Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta kebijakan pemerintah terkait pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas dan program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru SLB, memperluas wawasan tentang strategi pembelajaran adaptif, mengasah kemampuan identifikasi kebutuhan belajar, penyusunan program pembelajaran individual, serta mendorong pertukaran pengalaman antara guru peserta dengan guru di sekolah rujukan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLBN Pembina Sukahar, S.Pd., M.Pd. menjelaskan beberapa metode yang digunakan selama magang, yaitu observasi pembelajaran, diskusi dan konsultasi, praktik pembelajaran, studi perangkat pembelajaran, serta refleksi dan evaluasi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, optimalisasi penggunaan hasil asesmen, variasi metode dan media pembelajaran, penguatan pembelajaran keterampilan hidup dan kemandirian, serta meningkatnya budaya kolaborasi guru sehingga mutu layanan pendidikan khusus di Provinsi Papua Barat Daya dapat membaik secara bertahap dan berkelanjutan,”pungkasnya







